logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Februari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Kampung Kita

KSP Silaturahmi ke Soko Tunggal

SEMARANG- Komunitas Semarang Peduli (KSP), sebuah perkumpulan ibu-ibu yang selama ini peduli terhadap masalah sosial dan keagamaan, bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Soko Tunggal di kawasan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang.

Rombongan yang dipimpin Ketua KSP Ny Agung Setiya Asih Faisal itu diterima Pemimpin Pesantren KH Nuril Arifin Husein MBA yang didampingi pengasuh lain, seperti Kiai Masnun Al-Hafidz, Ustad Adib, dan para santri.

Selain silaturahmi, KSP juga tertarik pada model pembelajaran yang dilakukan pondok pesantren di bawah naungan Yayasan An-Nuriyah tersebut. Para siswa dibebaskan dari biaya pemondokan, makan, dan minum. Bahkan tidak sedikit yang dicarikan pekerjaan.

Model seperti itulah, menurut Ny Agung, yang menarik perhatian KSP, sehingga bisa dijadikan model bagi dunia pendidikan lain. Sebab, saat ini banyak anak putus sekolah, bahkan ada 78 lebih anak usia sekolah (5-9 tahun) yang sama sekali belum pernah menikmati pendidikan dasar.

Yang berumur 10 tahun ke atas yang tidak atau belum pernah mengenyam bangku sekolah 55.000 lebih. Padahal, mereka pewaris dan penerus bangsa. ''Inilah yang sangat memprihatinkan KSP,'' ujar Ny Agung Faisal yang juga caleg dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) untuk Kota Semarang di daerah pemilihan 3 (Pedurungan, Genuk, dan Gayamsari).

Menurut KH Nuril Arifin, semua biaya makan sehari-hari sebisa mungkin ditanggung pondok. Dana berasal dari para donatur yang sebagian besar bekas santri dan peduli terhadap kehidupan Pesantren Soko Tunggal.

Karena itu, Gus Nur, panggilan akrab KH Nuril, menyambut baik kedatangan ibu-ibu dari Komunitas Semarang Peduli tersebut, apalagi komunitas itu mempunyai tujuan mulia untuk mengentaskan kaum duafa dan telantar. (D7-83c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA