
| Kamis, 19 Februari 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Ribuan Nelayan NganggurKAJEN - Kondisi ribuan nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, sangat memprihatinkan. Sebab, selama musim penghujan mereka terpaksa menganggur. Mereka tak berani melaut karena kondisi cuaca memburuk dan ombak sangat besar. ''Memang ada yang ikut kapal besar, tetapi jumlahnya sedikit. Sebagian besar nganggur karena cuacanya buruk,'' ujar Witoro (40), seorang nelayan Wonokerto. Untuk keperluan sehari-hari, dia mengaku mengandalkan simpanannya yang tidak seberapa. ''Jika cuacanya masih seperti ini, mungkin kami lebih lama lagi tak bekerja. Terpaksa kami utang sana-sini untuk menyambung hidup,'' kata dia. Ribuan nelayan yang menganggur tersebut diakui Ketua Koperasi Nelayan KUD Minosoyo, Kaharto. Dia menyatakan, hampir semua nelayan yang berjumlah sekitar 10.000 orang itu tak bisa melaut. Kondisi ombak yang besar tidak memungkinkan mereka menangkap ikan, sebab mereka menggunakan kapal-kapal kecil. Pengerukan Muara Kaharto berharap setelah musim penghujan lewat, pemerintah segera mengeruk muara di sekitar TPI Wonokerto. ''Jika muara itu bisa dikeruk total, kapal-kapal nelayan yang besar akan dapat mendarat di dermaga TPI,'' ujar dia. Selain akan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan PAD Kabupaten Pekalongan, pengerukan juga akan mengurangi terjadinya banjir yang kini melanda Wonokerto, Wiradesa, Tirto, Siwalan, dan Sragi. Banjir yang menggenangi ribuan rumah warga, kata Camat Wonokerto, Risnoto SH MSi, memang membuat kondisi masyarakat semakin memprihatinkan. Dia berharap Pemkab menambah bantuan sembako ke daerahnya. ''Kami telah mendapat bantuan enam kuintal beras, tetapi sudah habis dibagikan di dua desa. Padahal ada delapan desa lain yang terendam yang membutuhkan bantuan,'' ujar dia. Penderitaan para nelayan, Selasa lalu (17/2), juga disampaikan oleh perwakilan nelayan kepada Ketua MPR RI, Amien Rais, yang berkunjung ke kampung mereka. Para nelayan yang mengikuti temu wicara dan dialog dengan Amien Rais meminta agar pejabat dan wakil rakyat memperhatikan rakyat kecil, seperti para nelayan. Sementara itu hingga kemarin (18/2), genangan air di Kecamatan Wonokerto, Tirto, Wiradesa, Siwalan, dan Sragi mulai surut. Namun warga mengaku tetap ketar-ketir, karena hujan masih terus mengguyur kota dan Kabupaten Pekalongan.(G16-17i) |