
| Kamis, 19 Februari 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Bupati Prihatin Adanya Parkir yang Dikelola PremanPURBALINGGA- Munculnya parkir tidak resmi yang dikelola preman membuat Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi prihatin. Bupati mengaku sedih sebab akibat adanya praktik tersebut, realisasi pendapatan daerah dari parkir hanya terpenuhi 70 persen saja. ''Setiap ada keramaian, parkir di alun-alun bisa mencapai dua sap. Tetapi pendapatan parkir tetap tidak terpenuhi. Saya hanya ngelus dada karena jika ditelusuri lebih jauh di situ ada premannya. Dan ada macem-macem yang lainnya,'' kata Bupati dalam sosialisasi Program dan Kegiatan Pembangunan Purbalingga tahun 2004 di pendapa Dipokusumo, Selasa (17/2). Karena itulah Bupati akan menggelar rapat khusus bersama dinas-dinas penerima pendapatan guna memenej kembali penerimaan pendapatan termasuk dari parkir. ''Masak, untuk meningkatkan pendapatan dari Rp 29 miliar pada tahun 2003 menjadi Rp 31 miliar pada tahun 2004 ini, harus pakai marah-marah dan pethenthengan (bersitegang),'' kata Triyono. Bupati juga meminta kepada dinas-dinas untuk memikirkan dan menggali pemasukan dari objek-objek pendapatan yang masih memungkinkan dilakukan. Triyono menyindir sektor pariwisata yang belum tergarap maksimal. Seperti, objek wisata Goa Lawa di Karangreja yang sudah dipoles dengan dana Rp 1,2 miliar. ''Ternyata pendapatannya tidak lebih baik dari taman bermain anak Curug Grinsing di Kelurahan Purbalingga Kidul. Oleh karenanya, saya ingin menciptakan wisata air Bojongsari sebagai mesin uang di sektor pariwisata,'' lanjutnya. Rumah Sakit Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan asosiasi pengusaha, LSM, wartawan, para kepala dinas/badan dan camat itu, dia juga menegaskan, tidak mungkin menekan lembaga kesehatan atau rumah sakit sebagai mesin penghasil pendapatan daerah. ''Maaf sajalah kalau rumah sakit dan lembaga kesehatan ditekan sebagai sumber pendapatan,'' tuturnya. Di bagian lain Bupati mengatakan, anggaran belanja langsung yang disosialisasikan kepada masyarakat luas sebesar Rp 102 miliar. Anggaran ini untuk membiayai 325 kegiatan dalam 113 program. Belanja langsung dan tidak langsung yang tertuang dalam APBD 2004 memiliki aspek sasaran bahwa anggaran tersebut merupakan kelanjutan. ''Dan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pembangunan tahun-tahun sebelumnya yang diorientasikan pada tiga pilar pembangunan. Yaitu pilar kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ekonomi rakyat,'' katanya. Hasil pembangunan tahun-tahun sebelumnya bisa dilihat dari angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat. Dari Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS Jateng, angka IPM Purbalingga tahun 2002/2003 sebesar 67,90 poin menduduki rangking ke-16 dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Hal ini jauh meningkat jika dibanding angka IPM pada tahun 1999/2000 yang besarnya 64,9 poin atau peringkat ke 33 Jateng.(F10-20) |