logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 19 Februari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Banyak Kendaraan Lebihi Tonase

  • Mempercepat Kerusakan Jalur Pantura

BATANG - Parahnya kerusakan jalan raya pantai utara (pantura) bukan semata-mata disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, melainkan karena dilewati banyak kendaraan dengan muatan yang beratnya melebihi tonase.

Padahal kendaraan yang lewat dengan tonase berat hampir tidak pernah berhenti setiap hari karena jalur pantura merupakan urat nadi transportasi Pulau Jawa. ''Kerusakan semakin parah akhir-akhir ini karena diguyur hujan terus-menerus. Coba lihat, apakah kendaraan berat itu muatannya sesuai dengan tonase atau tidak? Banyak yang kapasitasnya 20 ton, tetapi dipaksakan mengangkut barang 30 ton,'' ujar Wahyudi ST dari PT Duta Graha Indah (DGI), saat memimpin anak buahnya memperbaiki kerusakan di Jalan Raya Sambong.

Perbaikan itu dilakukan sejak PT DGI sering mendapat informasi adanya kendaraan yang rusak karena rodanya terperosok lubang atau mengalami kecelakaan. Banyak pihak yang mengira PT DGI memang harus memperbaiki jalan yang rusak di wilayah tersebut. DGI yang menjadi kontraktor proyek pembangunan jalan Batang - Banyuputih menjadi empat lajur, beberapa waktu lalu, kini diserahi tugas oleh Bina Marga Provinsi Jateng untuk perbaikan jalan yang berlubang-lubang.

Bahkan dalam keadaan hujan pun penambalan jalan tetap dilakukan. Lubang diuruk dengan campuran aspal dan pasir seperti yang digunakan pada pembuatan jalan hotmix. Meski dalam keadaan darurat, perbaikan tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Mengelupas

Lubang yang semula penuh air, dikeringkan dulu dengan mesin penyedot. Setelah itu campuran aspal dan pasir halus dimasukkan. Selanjutnya diratakan dengan mesin penggilas (jogjig). Hujan deras yang turun sepanjang hari membuat jalan yang sudah banyak beban itu makin cepat rusak.

Beberapa pengemudi truk yang dihubungi menyatakan, penangangan yang dilakukan di wilayah Batang cukup cepat. Jalan yang rusak langsung ditambal sehingga perjalanan mereka bisa lancar.

''Saya senang, ternyata pemerintah di sini cukup tanggap. Hujan-hujan saja perbaikan terus dilakukan,'' ujar Solichin (52), sopir angkutan berat yang mengaku dari Sidoarjo, Jawa Timur itu.

Dia selalu khawatir per kendaraannya patah atau ban mbledos. ''Saya pernah mengalami saat melaju di jalur Alas Roban selepas Plelen, terperosok lubang sehingga dua per kendaraan saya patah,'' katanya.

Pengalaman lain dialami Hartono (38), pengemudi bus malam jurusan Wonogiri - Jakarta. Sewaktu pulang dari Jakarta, malam hari dia mulai masuk jalur pantura. Ketika lewat di ruas jalan Tulis, tiba-tiba roda depan bus terperosok lubang. ''Per enggak ada yang patah, tetapi roda depan mbledos.''

Kepala Kantor Perhubungan Batang, Bambang Hindrarso SH mengatakan, perbaikan kerusakan jalan pantura itu menjadi wewenang Provinsi Jateng. Karena itu perbaikannya ditangani Bina Marga. Bahkan, sejak dua hari ini Bina Marga sudah melakukan perbaikan dengan melakukan penambalan darurat.(ar-17n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA