logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 16 Februari 2004 Ragam  
Line

Interaktif Tasawuf

Onani: Zina Tangan

T: 1. Bagaimanakah hukumnya mengeluarkan sperma dengan tangan (onani/masturbasi)?

2. Bagaimana doa agar cepat mendapat jodoh istri yang shalehah?

Nurdin, Karanganyar

J: Saudara Nurdin, Allah telah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan, melebihi semua makhluk-Nya. Baik dari segi fisik (bentuk, rupa dan penampilan) maupun mental (akal budi, hati nurani). Akan tetapi suatu ketika kesempurnaan manusia bisa sirna, sehingga ia akan tercampak ke dalam jurang kehinaan. Menjadi makhluk hina melebihi makhluk-Nya yang paling hina sekalipun, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. (QS At-Tin:1-5).

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, merekalah yang sungguh beruntung. Dalam surat al-Mukminun ayat 1-7, Allah telah menjelaskan ciri-ciri orang yang beruntung, di antaranya adalah mereka menjaga kemaluannya.

Dalam kitab-kitab tafsir dijelaskan menjaga kemaluan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah menghindari segala bentuk kesenangan dan kenikmatan alat kelamin (kemaluan) melalui cara yang tidak benar dan tidak baik.

Cara yang tidak benar tersebut adalah melalui hubungan dengan orang lain yang bukan suami/istri (zina), baik melalui hubungan kelamin (coitus) maupun cara-cara yang lain (seperti oral seks, anal seks dll).

Terkait dengan pertanyaan Anda, maka masturbasi atau onani adalah bagian dari cara yang tidak baik, karena memperoleh kepuasan alat kelamin (kemaluan) melalui tangan sendiri. Memperoleh kepuasan alat kelamin melalui tangan sendiri ini juga mencakup dengan tangan orang lain yang bukan suami/istri.

Untuk kepuasan alat kelamin dengan tangan suami/istri sendiri diperbolehkan, karena merupakan bagian untuk memperoleh kepuasan dalam hubungan suami istri.

Dalam kaca mata psikologi, masturbasi atau onani adalah salah satu bentuk penyimpangan seksual. Dari aspek kesehatan, masturbasi atau onani, meskipun secara fisik tidak memiliki dampak negatif, namun akan berdampak buruk bagi psikologi pelaku, seperti perasaan bersalah dan berdosa.

Apabila perasaan bersalah atau berdosa dirasakan secara berlarut-larut oleh pelaku, maka dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan fungsi seksual, termasuk ejakulasi dini atau yang lebih parah berakibat impoten.

Dalam kaca mata tasawuf, onani yang disebut dengan istimna' bil yad adalah salah satu ketegori zina. Imam al-Ghazali memberikan definisi zina tidak semata-mata hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri, tetapi mencakup semua anggota badan manusia memiliki potensi melakukan zina.

Mata misalnya, dianggap telah melakukan zina dengan melihat wanita cantik/laki-laki tampan yang bukan muhrimnya, sehingga muncul nafsu seksual (syahwat). Tangan dianggap telah melakukan zina dengan melakukan perbuatan yang tidak baik, melakukan masturbasi atau onani untuk memperoleh kepuasan seksual dll. Jadi kalau ditilik dari kaca mata tasawuf, maka masturbasi atau onani dikategorikan sebagai bentuk zina tangan.

Sementara itu, orang yang telah melakukan masturbasi atau onani, apabila sampai mengeluarkan sperma, maka baginya berlaku hukum mandi besar (junub). Hal itu berdasarkan hadis Nabi saw yang mengatakan ''Air (mandi itu wajib) dari (keluarnya) air (sperma). (HR Muslim). Apabila tidak sampai keluar sperma, maka tidak wajib mandi besar.

Untuk itu Nabi saw dalam salah satu hadisnya menganjurkan ''Wahai para pemuda, barang siapa yang sudah sanggup kawin, maka kawinlah, karena hal itu (kawin) akan menjaga pandangan dan melindungi (kehormatan) kemaluan, dan jika tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena hal itu (puasa) akan mengekang hawa nafsu.'' (HR Bukhari).

Selanjutnya, terkait dengan doa untuk mendapatkan jodoh, sudah pernah dimuat dalam rubrik ini di antaranya dalam judul ''Prasangka baik kepada Allah kunci keberhasilan.'' Anda dapat juga membeli buku kumpulan tanya jawab rubrik ini yang berjudul ''Tasawuf Kontekstual, Solusi Problem Manusia Modern'' di toko buku terdekat atau bisa menghubungi kantor LEMBKOTA telp (024) 7624776. Wallahu 'alam bis-shawab.(35)


Bagi yang berminat dengan rubrik ini, kirimkan surat ke alamat Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, d/a LPK2 (Lembaga Pengembangan Keagamaan dan Kemasyarakatan) Jl. Boja Km 1, Ngalian Semarang, Telepon (024) 7601294. Di atas sebelah kiri amplop ditulis "Interaktif Tasawuf"


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA