logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 16 Februari 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Hanya 1 Persen Anggota Gapensi yang Disemprit

PURWOKERTO - Badan Pimpinan Daerah (BPD) Gapensi Jateng tidak segan-segan menjatuhkan sanksi bagi anggotanya yang teledor dalam mengerjakan proyek pemerintah. Sanksi perlu dijatuhkan agar anggota organisasi yang bergerak di bidang jasa konstruksi itu bekerja profesional.

Ketua BPD Gapensi Jateng, Ir H Ketjuk Hendraryadi, saat menghadiri acara HUT ke-45 Gapensi di Baturraden mengakui, dalam pelaksanaan proyek-proyek pemerintah yang dibiayai APBD 2003 ada beberapa anggota yang terpaksa disemprit karena bermasalah.

"Memang ada rekanan dari anggota yang nakal sehingga harus diberi sanksi. Tapi jumlahnya sangat sedikit, hanya 1% dari 4.600 anggota Gapensi di Jateng," katanya.

Dia tidak memerinci sanksi yang diberikan. Namun untuk menjatuhkan sanksi, dia akan melihat terlebih dahulu tingkat kesalahannya. Ada sanksi yang penyelesaiannya sampai ke Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Bahkan beberapa tahun lalu, ada anggota yang melakukan kesalahan cukup fatal dan terpaksa dicoret dari keanggotaan.

Namun, lanjut dia, Gapensi tidak akan cuci tangan apabila ada anggotanya yang karena suatu hal menimbulkan persoalan sehingga proyeknya tersendat-sendat.

"Kejadian ini pernah dialami pada 1998 di daerah Surakarta," imbuhnya.

Sebagai organisasi yang sudah cukup umur, Gapensi selalu menekankan profesionalisme dalam bekerja. Apalagi saat ini di bidang jasa konstruksi tidak hanya Gapensi wadahnya, tetapi ada organisasi lain yang bergerak pada bidang yang sama. (G23-81n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA