| Olahraga | Minggu, 15 Februari 2004 |
CORNERIngin Cicipi Kejuaraan DuniaSETIAP pertandingan adalah final, dan kemenangan haruslah menjadi target utama. Motto itu selalu dipegang Wahyuningrum Anggraeni, salah satu andalan Jawa Tengah di cabang tenis meja dalam PON XVI Palembang mendatang. Dengan begitu, motivasi untuk mengalahkan lawan-lawannya selalu tinggi dalam setiap pertandingan. Semangat itu pula yang akan diusungnya saat dia turun di Kejuaraan Dunia yang bakal digelar di Qatar, 1-7 Maret depan. Kejuaraan dunia tersebut sudah ditunggu-tunggu putri kedua dari pasangan Robani-Diah Ningrum itu. Di event internasional itu, dia ingin sekali merasakan kerasnya persaingan petenis meja dunia. Dari sana pula, ia ingin menimba ilmu dan pengalaman. ''Tidak setiap petenis meja bisa merasakan kejuaraan dunia. Kesempatan ini akan saya manfaatkan untuk menimba ilmu,'' kata gadis kelahiran Salatiga 26 Mei 1982 itu. Setelah kejuaraan dunia itu, ia berharap peringkat nasionalnya bisa meningkat. Saat ini Wahyuningrum berada di peringkat 27. Karenanya, ia akan berusaha bermain sebaik mungkin. Wahyuningrum bukan orang baru di dunia tenis meja Indonesia. Prestasi alumni STAIN Salatiga itu dapat dibilang sedang menanjak. Awal tahun ini, ia menyabet juara III Kejurnas. Prestasi itu membuatnya terpilih menjadi pemain pelatnas yang dipersiapkan ke kejuaraan dunia. Sebelumnya, pada tahun 2003, ia masuk ''8 Besar'' di Invitasi Nasional Tenis Meja. Pada tahun yang sama, Wahyu juga berhasil meraih juara I Invitasi Tenis Meja tingkat Jateng, ''Prestasi lain saya sudah tidak ingat. Banyak sekali,'' katanya sambil tersenyum. Kariernya sebagai petenis meja dimulai sejak kelas II SD sekitar tahun 1988. Pada Porseni SD tingkat Jateng, bintangnya mulai terlihat setelah dia menjuarai cabang tenis meja. Prestasi itu membuat Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus merekrutnya. Dia pun bergabung di Sukun selama lima tahun, yakni 1992-1998. Setelah itu, ia sempat berpindah-pindah klub mulai dari Dipenda Jateng, STAIN Salatiga, dan Pengcab PTMSI Salatiga. Tahun ini, ia memutuskan bergabung dengan Apacinti. ''Tapi, meskipun sudah melanglang buana dan berprestasi di tingkat nasional, saya belum diangkat menjadi PNS. Status saya masih pegawai honorer Pemkot Salaitiga,'' akunya. Di PON XVI Palembang September mendatang, dia siap membela Jateng. Wahyu akan berusaha mempersembahkan medali. Kendati belum dipanggil masuk training center (TC) sentralisasi oleh KONI Jateng, dirinya tetap giat berlatih. Kebetulan, ia tengah menjalani TC Pelatnas di Kediri selama sebulan, 27 Januari-27 Februari. ''Persiapan menghadapi PON mendatang tidak ada kendala. Meski belum masuk TC sentralisasi Jateng, TC di Pelatnas selama satu bulan ini bisa meningkatkan kemampuan saya,'' katanya yakin. (Budi Winarto-77) |