logo SUARA MERDEKA
Line
 Olahraga Minggu, 15 Februari 2004  
Line

Utut Tak Mau Difavoritkan

GRAND Master (GM) Utut Adianto tampaknya sadar betul bahwa meskipun diunggulkan, dia akan menghadapi pertarungan berat di turnamen Makita-Lakoni Internasional, 15-25 Februari ini. Dan perjalanan panjang menuju kursi juara itu mesti dimulainya Minggu siang ini. Utut, pecatur terbaik Indonesia itu, akan bertarung menghadapi juara dunia wanita tahun 2000, GMW Zhu Chen pada pertandingan catur buta di Graha Kita Karya, Kelapa Gading Jakarta.

Catur buta ini mengalokasikan waktu 25 menit setiap babak. Mereka akan bertanding dua babak. Bila draw akan dilakukan sudden death. Bila draw lagi, akan dimainkan pertandingan dengan alokasi waktu enam menit untuk bidak putih dan lima menit untuk bidak hitam. Bidak putih akan menjadi pemenang bila permainan tersebut juga masih draw.

''Tidak ada alasan untuk meremehkan Zhu Chen. Dia hebat. Jangan terlalu memfavoritkan saya,'' ujar Utut Adianto merendah.

Utut dan Zhu Chen tidak hanya terlibat dalam duel catur buta. Mereka juga akan bertanding pada nomor turnamen yang diikuti enam atlet, yakni pecatur putri GM Antoaneta Stefanova, GM Zhu Chen dan GM Hoang Than Trang. Tiga lainnya adalah pecatur putra yang seluruhnya dari Indonesia, yakni Utut Adianto, MI Susanto Megaranto dan MI Danny Juswanto.

''Prestasi tiga pecatur wanita ini tidak bisa diremehkan. Mereka hebat di tingkat dunia. Utut, Susanto dan Danny harus berhati-hati,'' kata Ir Eka Putra Wirya, penggagas event yang juga mantan Kabid Binpres PB Percasi. ''Kami berharap ''Raja'' bisa mendapatkan poin maksimal. Ini memang butuh perjuangan keras.'' (Budi Yuwono Alatas-77)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA