logo SUARA MERDEKA
Line
 Olahraga Minggu, 15 Februari 2004  
Line

Susanto Memburu Norma GM

TURNAMEN catur Makita-Lakoni Internasional akan berlangsung di Jakarta pada 15-25 Februari ini. Event tersebut diikuti enam pecatur, tiga di antaranya adalah pecatur wanita yang memiliki reputasi hebat di dunia internasional. Juara dunia wanita GMW Zhu Chen (elorating 2.490) dari China, juara Eropa GMW Antoaneta Stefanova (2.478) dari Bulgaria, dan juara Asia GMW Hoang Thanh Trang (2.453) dari Vietnam, akan ditantang oleh atlet-atlet andalan Indonesia, yakni GM Utut Adianto (2.591), MI Danny Juswanto (2.520), dan MI Susanto Megaranto (2.458).

Dengan melibatkan pecatur-pecatur ternama, turnamen ini masuk kategori 10 atau hanya peserta dengan elorating rata-rata 2.466 yang bisa ikut ambil bagian. Pertandingan menggunakan sistem 10 babak round robin, di mana keenam peserta masing-masing bertemu dua kali.

Bagaimana peluang pecatur belia Indonesia yang juga termuda di turnamen itu, Master Internasional (MI) Susanto Megaranto?

Susanto Megaranto lahir 8 Oktober 1987 di Jakarta. Dia adalah anggota the dream team yang diproyeksikan mampu meneruskan kejayaan dunia catur Indonesia setelah era GM Utut Adianto. Juara III yunior dunia kelompok umur di bawah 12 tahun di Spanyol itu, prestasinya semakin melejit.

Sukses merebut medali perak perseorangan catur klasik SEA Games XXII di Vietnam, Susanto sekaligus meraih norma grand master yang pertama di debut internasionalnya. Jika ingin menjadi seorang grand master (GM), dia mesti merebut satu lagi norma GM, dan itu bisa dicapainya di turnamen ini. Syaratnya, dia mesti meraih sedikitnya tujuh angka dari 10 babak round robin tersebut.

Bagi Susanto, Makita-Lakoni Internasional merupakan event berat yang pernah dia ikuti. Kendati berat, dia tentu akan berupaya meraih gelar juara. Soalnya, jika dia mampu meraih norma GM kedua, otomatis akan menyandang gelar grand master termuda Indonesia.

Dari enam pemain yang berlaga, Utut mempunyai elorating tertinggi yakni 2.591 poin. Artinya, dia akan menjadi pesaing terberat Susanto dalam upaya menjuarai turnamen. Apalagi Utut sejak awal ingin setidaknya meraih 7,5 poin agar dapat tambahan 10 angka rating guna meraih kembali gelar Grand Master Super (elorating di atas 2600-an) yang pernah disandangnya tahun 1997 lalu.

Pemain Asing

Tiga pecatur asing, GMW Zhu Chen, Stefanova, GMW Hoang Thanh Trang, prestasinya dapat disejajarkan dengan grand master pria. Zhu Chen, juara dunia tahun 2000 di Istanbul Turki, kini menempati peringkat 8 dunia. Istri GM Almudiahki (pecatur Qatar, yang masuk 50 besar dunia) ini diunggulkan untuk meraih juara di turnamen tersebut.

Stefanova, juara Eropa senior putri tahun 2002, untuk kali kedua datang ke negeri ini. Kedatangannya kali pertama adalah saat dia menjadi juara turnamen Wismilak Internasional kategori 8 di Surabaya tahun 2002 dengan menyingkirkan pecatur-pecatur kuat yang semuanya pria seperti GM Zaw Winlay (Myanmar), GM Edi Handoko, GM Ardiansyah, dan GM Cerdas Barus. Meskipun sulit juara, Stefanova tampaknya akan menjadi pengganjal keras laju Zhu Chen.

Pecatur terakhir, GM Hoang Thanh Trang, adalah juara Asia tahun 2003 yang kini menempati peringkat 26 dunia. Kiprahnya di dunia catur belum banyak dikenal, tetapi sebagai juara dia sangat diperhitungkan oleh lawan-lawannya. (MN Jumadi-77)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA