logo SUARA MERDEKA
Line
 Berita Utama Minggu, 15 Februari 2004  
Line

Sakit, Jamaah Asal Semarang Meninggal

SOLO- Seorang haji, A Edi Otomo bin Atmo Sukoyo, warga Pleburan Selatan Nomor 15 RT 1 RW 1 Pleburan, Semarang, meninggal dunia dalam perjalanan ke Bandara King Abdul Aziz, Jedah. Anggota kloter 52 itu semula akan dipulangkan lebih awal bersama kloter 14 yang mendarat di Bandara Adisumarmo, kemarin siang.

''Almarhum dipulangkan lebih awal karena sakit. Namun dia meninggal dalam perjalanan ke Bandara Jedah,'' kata Kepala Bidang Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Drs Buchori Muslim.

Penyambutan kloter 14 di Asrama Donohudan juga diwarnai ger-geran. Di tengah keseriusan satgas PPIH mengatur pemulangan jamaah haji ke daerah asal, mendadak datang seorang haji, H Harjo (60). Dia tergopoh- gopoh mendatangi seorang petugas. Haji asal DIY itu mengaku kehilangan uang 620 dolar AS yang disimpan di sabuk.

Puluhan petugas pun sibuk mencari. Sebagian mengubek-ubek Gedung Jedah, sebagian sibuk di Gedung Muzdalifah. Bahkan barang bawaan berupa kopor dan barang tentengan pun dibongkar. Namun uang itu tak ditemukan.

Petugas khawatir uang itu hilang di Tanah Suci seperti uang milik jamaah asal Wonosobo dan Jepara sebelumnya.

''Soalnya uang puluhan juta milik sebagian jamaah asal Wonosobo dan Jepara hilang di sana.''

Pada saat petugas putus asa, tiba- tiba Harjo mendatangi seorang petugas. Dia mengaku lupa meletakkan uang. Uang yang disimpan dalam sabuk itu tidak hilang. Dia hanya lupa mengikatkan sabuk tidak di pinggang, tetapi di dada.

Dia beralasan supaya aman. Mendengar jawaban itu, para petugas tak bisa menahan tawa. ''La iya, wong sabuk dibawa terus kok dilaporkan hilang.''

Berkait dengan molornya kedatangan jamaah, Buchori mengaku pusing. Dia menuturkan para petugas debarkasi harus menunggu berjam-jam karena jamaah selalu datang terlambat. Hal itu disebabkan oleh perubahan pengecekan terhadap jamaah yang akan kembali ke negara masing- masing.

Tahun ini petugas Arab Saudi menerapkan pengamanan dengan menggerayangi tubuh jamaah. Setelah memeriksa dengan X-ray, mereka menuruh jamaah haji masuk ke sebuah ruangan tertutup. Petugas pun menggerayangi tubuh jamaah haji untuk mengecek apakah membawa benda berbahaya atau tidak. Baru setelah itu jamaah haji bisa masuk pesawat.

''Ya, bagaimana lagi, wong aturan di sana seperti itu. Ini kemungkinan dikaitkan dengan kemerebakan isu terorisme. Namun akibatnya jadwal keberangkatan pesawat molor.'' (G10-78g)

Jadwal Kedatangan:

Kloter 16, 210 haji asal Banjarnegara, 122 haji asal Boyolali dan 68 haji asal Sukoharjo, tiba Minggu (15/2) pukul 12.10.

Kloter 17, 400 haji asal DIY tiba Minggu (15/2) pukul 18.10.


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA