logo SUARA MERDEKA
Line
 Berita Utama Minggu, 15 Februari 2004  
Line

Murdoko Sayangkan Anggota FPDI-P Membolos

  • Besok Pengurus Fraksi Diundang ke DPD

SEMARANG- Banyak anggota FPDI-P DPRD Jateng tidak hadir dalam rapat paripurna, sehingga menjadi salah satu sebab penundaan kegiatan itu. Hal itu disayangkan Ketua DPD PDI-P Murdoko.

Karena itu, Senin besok dia akan mengundang pengurus fraksi untuk meminta penjelasan. ''Senin besok kami undang ke kantor DPD. Namun tidak semua, hanya pengurus fraksi,'' kata Murdoko, Sabtu (14/2).

Sikap ''malas'' kembali ditunjukkan anggota DPRD Jateng. Sidang paripurna membahas pemanfaatan hasil hutan dan keuangan daerah di Gedung Berlian, Jumat (13/2), gagal digelar. Wakil rakyat itu lagi-lagi membolos sehingga sidang tak memenuhi kuorum.

Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD HM Hasbi dan dihadiri Wakil Gubernur Ali Mufiz itu hanya diikuti 37 dari 99 anggota DPRD. Sehari sebelumnya DPRD juga gagal menggelar rapat paripurna karena tak memenuhi kuorum.

Anggota DPRD yang tidak hadir dalam paripurna itu sebagian besar dari FPDI-P. Mereka melancarkan aksi ''boikot'' terhadap Ketua Fraksi PDI-P Maulen Sinaga. Bahkan ada anggota menyebut fraksi itu sudah bubar.

Namun Maulen Sinaga menyatakan tidak benar ada pemboikotan. Sebagian besar anggotanya tidak hadir karena sibuk di partai. Dia menuturkan Rabu dan Kamis ada pembekalan partai di enam daerah pemilihan.

Tugas Partai

Murdoko mengakui banyak anggota FPDI-P harus ke bawah berkait dengan pembekalan partai di beberapa daerah. Namun seharusnya tugas partai itu tidak mengganggu kewajiban mereka sebagai wakil rakyat.

Dia menyayangkan kejadian itu. Karena itu dia meminta anggota FPDI-P mendahulukan kepentingan rakyat Jateng secara luas.

Dia menyatakan selama ini DPD belum pernah diberi tahu mengenai jadwal kegiatan DPRD Jateng oleh FPDI-P. Karena itu, tak tertutup kemungkinan terjadi penumpukan jadwal antara tugas sebagai kader partai dan tugas kedewanan.

''Kalau kami tahu jadwal di DPRD, kegiatan partai bisa disesuaikan. Mungkin bisa hari Sabtu atau Minggu,'' kata anggota DPRD Kota Semarang itu.

Dia menyatakan tak perpecahan di FPDI-P DPRD Jateng akibat penomoran dalam daftar calon legislatif. ''Saat ini kami sudah tidak bicara lagi masalah nomor urut calon legislatif, tetapi bagaimana meraih kemenangan dalam pemilu tahun 2004,'' kata dia.(G7,G1-29g)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA