
| Jumat, 13 Februari 2004 | Surat Pembaca |
Ditanggapi Siemens
Keluhan saya terhadap produk HP Siemens seperti yang saya sampaikan di rubrik ini 9 Februari 2004, ternyata ditanggapinya dengan baik oleh pihak Siemens. Mereka merespons keluhan saya dan masalah yang terjadi telah diselesaikan dengan baik. Andrian Ardhyanto
***
Tayangan "Lacak" Tidak Akurat
Menanggapi tayangan "Lacak' Trans TV 20 Januari 2004, kami PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Komisariat RSJD Surakarta perlu memberi klarifikasi sebagai berikut: Reka ulang/ ilustrasi yang ditayangkan "seolah-olah seorang perawat pria memberikan asuhan keperawatan di bangsal wanita dan memperkosa pasiennya" sangat tidak benar dan merupakan kebohongan fakta. Kebenaran faktanya, di RSJD Surakarta tidak dibenarkan perawat pria memberikan asuhan keperawatan di bangsal wanita, karena perawat pria hanya khusus di bangsal pasien pria. Dari beberapa orang yang dicurigai oleh keluarga pasien, tidak ada satu pun dari profesi perawat. Mohon pihak Trans TV, dalam membuat ilustrasi suatu kasus lebih berhati-hati apalagi menyangkut salah satu profesi. Jangan hanya berdasarkan informasi sepihak yang belum tentu kebenarannya.
Komisariat PPNI RSJD Surakarta
***
Bank BUMN
Saya prihatin dengan kondisi bank BUMN yang carut marut yang menurut saya hal ini bukan karena SDM-nya semata-mata, tetapi lebih pada sistemnya. Selama ini BUMN hanya dijadikan sapi perah bagi para penguasa maupun partai politik untuk mendapatkan profit. Sedang neraca laba-rugi kurang diperhatikan. Sistem senioritas sangat kental dan dominan, sehingga mengabaikan profesionalitas kerja. Anda sebagai pegawai, pandai, disiplin, tapi tidak menganut ABS (Asal Bapak Senang) kariernya akan berhenti. Di bank BUMN memang ada rapat, tetapi bukan mendengarkan pendapat, namun hanya semata-mata mendengarkan keputusan pemimpin. Pemberantasan KKN sulit, karena sudah mengakar, tetapi dapat terlaksana bila didukung dengan tekad segenap masyarakat yang tergolong paternalis. Karenanya dibutuhkan figur panutan/keteladanan; Pemberantasan KKN akan sangat efektif bila didahului dari figur presiden dan wakil presiden. Bila mereka maupun keluarganya hidup bersih, jujur dan sederhana, maka semua pejabat di bawahnya akan meniru perilakunya, minimal sungkan kalau akan melakukan perbuatan korup atau tercela. Hal ini karena budaya sungkan, ewuh-pekewuh sangat dominan dalam kehidupan keseharian sebagian besar masyarakat. Kunsri Hastuti SH
***
Dongkal - ku Dongkah - mu
Sebagai anggota masyarakat Randudongkal Pemalang, awalnya bangga atas berbagai bangunan untuk mempercantik dan memperindah kota, tetapi akhirnya saya justru dikecewakan. Sejak taman pembatas jalan dibuat dan pemasangan lampu mercuri, saya dan mungkin sebagian masyarakat sangat antusias. Bayanganku betapa indahnya Dongkal-ku bila malam hari pasti terasa kota hidup. Tapi ternyata semua itu hanya retorika. Sebab kenyataannya taman pembatas tidak dirawat, tanamannya pun asal-asalan serta memanjang tidak pernah dipangkas, Bahkan ada yang ditanami palawija. Lampu mercuri yang dibangun dengan uang rakyat dan rekeningnya harus dibayar tiap bulannya, hanya sebulan menyala dan sejak itu pet total sampai sekarang. Kembalikan Dongkalku yang hakiki dengan membuang jauh sifat dongkah-mu (amoral) yang akhirnya justru mendongkah akhlakmu. Dongkah-mu, tolong kembalikan Dongkal-ku dengan : - Kalau memang taman pembatas dan tanamannya, tidak dirawat lagi, lebih baik dibongkar saja Dongkal-ku sangat setuju daripada mengganggu pemakai jalan dan mengganggu pemandangan serta memalukan. - Lampu mercuri kalau tidak punya daya kekuatan lagi untuk menyala lebih baik hengkang saja dan tolong cabut beban rekening yang selalu kamu minta setiap bulan (9%) dari rekening pribadiku. Nggak lucu lampu nggak nyala minta dibayar. Coba kalikan 9% x rekening masyarakat Randudongkal, berapa tiap bulannya. Nggak malu tuh ... Kepada semua pihak jangan merencanakan dan mencari sesuatu sebelum memang betul-betul dibutuhkan serta membawa manfaat masyarakat. Laksanakan proyek itu yang sesuai dengan apa yang kamu minta serta hentikan proyek yang tidak bermanfaat bagi umum. Percuma, hanya untuk sarang KKN. H Bujang Atiqillah
***
Gaji Guru Bantu
Saya guru bantu berterima kasih kepada Sdr Sucipto Hadi Purnomo yang turut prihatin terhadap kondisi kami lewat tulisannya: "Guru (Pem) Bantu" di Suara Merdeka, beberapa waktu lalu. Tulisan tersebut menceritakan kondisi guru bantu yang sebenarnya, sangat memprihatinkan namun tak bisa berbuat banyak. Kami sarjana pendidikan mengajar dengan honor yang minim (Rp 442.125 setelah dipotong PPh), namun harus memikul pekerjaan yang sama beratnya dengan guru PNS yang gajinya tiga sampai empat kali lipat gaji kami. Guru bantu lebih prihatin lagi karena tidak berhak lagi menerima uang BKG (Bantuan Khusus Guru) Rp 100.000/bulan, padahal guru kontrak PTT (Pegawai Tidak Tetap) Pemda masih tetap berhak menerimanya. Terus terang saja yang paling saya cemaskan adalah masa depan anak-anak saya. Bisakah mereka mengenyam pendidikan tinggi yang biayanya puluhan bahkan ratusan juta rupiah atau cukup sampai SLTP/SLTA saja. Kami hanya bisa pasrah dan berdoa agar pemerintah akan lebih memperhatikan kesejahteraan kami daripada kesejahteraan guru PNS yang kehidupannya sudah cukup mapan. Indriyati SPd
***
Gadis Penderita Gangguan Psikotik
Saya gadis usia 24 tahun. menderita gangguan jiwa psikotik sejak tujuh tahun yang lalu (kelas 1 SMU). Sudah berobat ke psikiater dan merasa sembuh, tapi tidak bisa total dan masih harus minum obat seumur hidup, walau dosis kecil. Saya pernah membaca di Suara Merdeka ada seorang kiai (KH Abdul Wahid Zuhdi, Ketua PWNU Jateng) yang mendirikan pondok untuk orang gila dan bersedia menampung serta mengobatinya. Mohon siapa saja yang tahu memberitahu alamat lengkap kiai tersebut agar saya bisa berobat kepada beliau. Menurut dokter (psikiater), saya tidak bisa sembuh secara total.
Uti |