
| Jumat, 13 Februari 2004 | Sala |
Harus Dibuatkan Jalan AlternatifNUSUKAN-Rencana pembangunan Pasar Nusukan yang sedang disiapkan Bapeda Surakarta, hendaknya juga memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar. "Kalau akan menutup Jalan Astana Utara, agar dibuatkan jalan alternatif yang sesuai dan tidak merepotkan masyarakat," ujar Didit, warga RT 5 RW 15 yang rumahnya terletak di dekat pasar. Pasar itu berada di wilayah tiga RW yaitu RW 15 untuk bangunan pasar sebelah selatan, RW 16 di sisi utara, dan RW 16 di bagian timur. Menurutnya, kondisi Pasar Nusukan sudah overloaded. Kondisi fisik kumuh. Karena itu perlu pembangunan untuk meningkatkan kualitas pasar. "Rata-rata para bakul di pasar itu termasuk kelompok pedagang menengah dan pedagang kecil. Mereka harus mendapatkan prioritas penempatan, dan bukan hanya untuk pedagang bermodal besar," katanya. Seorang bakul yang berada di dalam pasar, Ny Sugi mengaku gembira mendengar rencana akan dibangun fasilitas ekonomi itu. Sebab penempatan los dan kios juga tidak teratur. "Kalau jadi dibangun, sebaiknya los diperbanyak biar tidak suk-sukan(berdesak-desakan) seperti sekarang. Pedagang di pelataran juga harus ditata sehingga tidak semrawut," ujarnya. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, kapasitas pasar tidak lagi mampu menampung pedagang yang ada. Puluhan pedagang oprokan menempati lorong di depan kios. Akibatnya kios jadi tertutup. Belum lagi tidak ada tempat parkir yang memadai. Selama ini parkir kendaraan hanya menggunakan jalan dekat tiga pintu masuk pasar. Soal parkir itu, Kepala Kelurahan Nusukan Drs Suwarto MM berharap apabila Pasar Nusukan akan dibangun, fasilitas parkir mesti mendapatkan prioritas. Sebab, selama ini masalah parkir membuat arus lalu lintas di sekitarnya kurang lancar. "Fasilitas parkir akan memengaruhi kualitas pasar menjadi lebih baik," lanjutnya. Retribusi Sementara itu, Pasar Nusukan ditargetkan memasok retribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD Surakarta senilai Rp 269,77 juta pada APBD 2004). Retribusi sebanyak itu antara lain berasal dari retribusi pedagang oprokan, los, kios, dan listrik. "Target retribusi dari pasar naik setelah realisasi pendapatan pada APBD 2003 juga naik dari yang semula ditargetkan," tutur Lurah Pasar Nusukan, Sudarno. Ditemui di ruang kerjanya, dia menyebutkan, target 2003 dipatok Rp 262,1 juta, tetapi mampu merealisasi Rp 267,4 juta. Retribusi itu diperoleh dari 700 pedagang antara lain yang menempati los 482 pedagang, 80 pedagang di kios, dan sekitar 200 pedagang oprokan atau pelataran. Menyinggung soal rencana pembangunan pasar itu, Sudarno mengaku belum mendengar secara resmi. Tetapi dia mengakui pernah mendengar selentingan pasar yang dikelolanya itu akan dibangun. "Saya belum mendengar langsung dari Dinas Pengelola Pasar," lanjutnya. Sementara Kepala Dinas Pengelola Pasar Drs H Rusmanto mengatakan, sudah mengetahui rencana untuk membangun Pasar Nusukan. Namun dia menolak berkomentar lebih lanjut. "Karena hal itu masih sebatas rencana, lebih baik saya tidak komentar dulu. Nanti kalau pasti dan disetujui Pemkot, saya akan memberikan keterangan," katanya. (sri-86s) |