
| Jumat, 13 Februari 2004 | Sala |
Investor Tawarkan Perbaikan Pasar Nusukan
BALAI KOTA - Kondisi Pasar Nusukan, Solo, yang sekian lama tak diperbaiki, ternyata dilirik investor. Pihak ketiga itu telah mengajukan proposal kepada Pemkot Surakarta untuk membuat fasilitas perbelanjaan tradisional itu berlantai dua dengan format semimodern. Siapa investor itu, masih dirahasiakan. "Ada satu investor asal Solo yang mengajukan diri membangun Pasar Nusukan. Pemkot saat ini membahasnya. Kalau negosiasi jadi, perbaikan pasar itu tidak akan membebani Pemkot karena tidak menggunakan dana APBD," jelas Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda), Ir Masrin Hadi ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Pasar yang dibelah oleh Jalan Astana Utara, rencananya akan digabungkan. Adapun jalan yang membelah pasar tersebut akan dibuat mengelilingi pasar. Selama ini, aktivitas di depan tempat jual beli di Jalan Pierre Tendean itu sering menimbulkan kemacetan. Sebab pedagang pasar melimpah sampai badan jalan. Lantaran jalur tersebut sempit, penumpukan arus lalu lintas kerap terjadi. Selain itu, fasilitas yang tersedia bagi pedagang dan pengunjung masih sangat kurang. Lokasi yang kurang lebih 6.531 m2, hanya memiliki satu MCK (mandi, cuci, kakus) di salah satu sudut bangunan. Demikian juga dengan kantor pengelolaan pasar di sudut pasar, kondisinya kini memprihatinkan. Dipertahankan Masrin menyatakan, investor itu merencanakan bangunan pasar dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk pedagang tradisional, sedangkan lantai dua akan disewakan pada pengusaha barang elektronik atau barang lainnya. "Konsepnya membuat pasar semimodern dengan mempertahankan pedagang tradisonalnya. Konsep tersebut gambarannya, dilihat dari luar bangunannya modern, tetapi dalamnya tetap tradisional," kata dia Dia mengemukakan, rencana pembangunan pasar kelas IA tersebut masih tahap konsep. Pemkot masih membahas tawaran yang diajukan pihak ketiga tersebut. Aspek perluasan Jalan Pierre Tendean (jalan depan pasar) dan perkembangan lingkungan setempat, juga akan dipertimbangkan secara cermat. "Investor tersebut ingin menampilkan kelebihan Pasar Nusukan, dengan pembenahan fisik terlebih dulu," urai alumnus Planologi ITB tersebut. Mengenai kompensasi yang akan diterima investor dan Pemkot, Masrin menyatakan belum diputuskan. Sebab proposal yang diajukan beberapa kali harus direvisi, terutama menyangkut kompensasi. Yang jelas, kerja sama itu harus menguntungkan kedua pihak. Sudahkah pedagang mengetahui rencana itu? Masrin mengatakan belum. Sebab Dinas Pengelolaan Pasar menginginkan itu tidak dipublikasikan dulu. Lagi pula, rencana pembangunan pasar dengan lahan seluas 6.531 m2 itu masih dalam tahap pembahasan. "Kami baru mengadakan audiensi dengan Wali Kota H Slamet Suryanto, sekaligus mengajukan tawaran investor tersebut," imbuh dia.(G18-86i) |