
| Jumat, 13 Februari 2004 | Sala |
Peredaran Kalender Politis Makin MerebakWONOGIRI- Kalender politis yang keberadaannya dianggap bermasalah karena berkait dengan pencurian start kampanye Pemilu 2004, belakangan dilaporkan semakin merebak di Kabupaten Wonogiri. Pembuatan kalender tidak hanya dilakukan oleh PAN, tapi juga oleh partai-partai lain, seperti PDI-P, Partai Golkar, dan PKS. Kemerebakan kalender politis ini, Kamis (12/2), kemarin ikut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) pengawasan yang digelar oleh Panitia Pengawas (Panwas) se-Wilayah Surakarta di rumah makan Watu Sewu, tepi barat perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Ketua Panwas Wonogiri, Rudatyo SH mengatakan, sebenarnya keberadaan barang cetakan itu tidak jadi masalah, manakala peredarannya terbatas di lingkup sendiri. Contohnya untuk konsumsi intern kader, pengurus, dan anggota partai. ''Namun ada temuan, kalender beredar secara umum. Bahkan ada yang diedarkan sampai ke pasar. Kalau namanya pasar itu kan tempat umum sehingga tidak lagi berada di lingkungan intern partai,'' kata Rudatyo didampingi anggota Panwas Drs Sri Hardono dan Bambang Widi Hartono SSos. Hal baru yang ditemukan oleh Panwas Wonogiri, Kamis (12/2), menunjukkan ada gambar lambang PDI-P, nomor urut 18, nama caleg Rudatin Haryanto SE, lengkap dengan foto dirinya dan nomor pencalegannya. Juga dilengkapi gambar tanda panah sebagai penunjukkan coblosan di gambar partai dan nama caleg. Sebelumnya, Panwas menemukan pula kalender sejenis yang memuat foto Amien Rais, lambang PAN beserta nomor urutannya dalam Pemilu 2004, foto dan nama caleg PAN Sri Sarwoko dari Daerah Pemilihan (DP) Wonogiri-II. Yang menarik, pada kalender PAN ini, di lembar belakangnya tercetak "Surat Izin Mencoblos PAN" dan syair tembang dhandhang gula serta pangkur yang sarat dengan kalimat kampanye untuk mencoblos PAN. Di luar temuan Panwas, ada peredaran kalender politis Partai Golkar, yang dilengkapi gambar partai dan foto Akbar Tanjung. Ditemukan pula kalender Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dilengkapi lambang partai, nomor urut dan nama-nama caleg lokal. Juga beredar benda lain yang dalam kemasannya terdapat lambang partai, seperti kemasan sabun mandi, pasta gigi, rokok, dan permen. Dari temuan susulan, ada peredaran kartu pengenal politis memuat gambar dan nomor urut partai, serta nama dan nomor urut caleg. Kartu politis ini dicetak dalam ukuran mini, layaknya ukuran identitas pengenal kartu nama. Di sisi lain, warga juga menemukan stiker yang memuat foto dan nomor urut calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Panggil Caleg Menanggapi temuan kalender politis, pihak Panwas Wonogiri berupaya memanggil caleg. ''Dengan maksud untuk diklarifikasi. Temuan ini perlu kami kaji lebih dulu, apakah cukup beralasan untuk dikategorikan sebagai pelanggaran atau bukan,'' tegas Rudatyo. Seperti diberitakan (Suara Merdeka, 24/1), Bupati Wonogiri H Begug Poernomisidi SH terkena semprit Panwas berkait dengan peredaran kalender yang memuat foto bupati, Presiden Magawati, Bung Karno, serta lambang PDI-P. Kalender ini diedarkan di sekolah-sekolah. Panwas meminta kalender tersebut ditarik dari peredaran. Sementara itu Bupati Begug membantah telah mencetak dan mengedarkan kalender yang dianggap bermuatan politis. ''Saya tidak pernah mencetak dan mengedarkan. Karena itu saya tidak wajib untuk menariknya,'' tegas Bupati.(P27-14i) |