logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Sala  
Line

Aksi Tolak Kasasi Akbar Nyaris Bentrok

KOTA- Lebih kurang 50 mahasiswa yang tergabung di Mahasiswa Pembela Negeri (Malari) berdemo menolak putusan Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Akbar Tandjung dari tuntutan hukum.

Aksi unjuk rasa dimulai dari Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surakarta kemudian bergerak ke kantor DPD Partai Golkar Jalan Hasanuddin Solo. Di tempat itu, para demonstran nyaris bentrok dengan para kader pendukung partai berlambang beringin itu saat berhadapan.

Suasana memanas, ketika kedua pihak saling melemparkan pernyataan keras. Hanya, berkat kesiapsiagaan aparat kepolisian untuk memisahkan kedua kelompok itu, kemungkinan bentrokan kedua pihak dapat dicegah.

Setelah bertegang sekitar satu jam itu, para pendemo melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor RRI Surakarta untuk membacakan pernyataan sikap yang intinya menolak pembebasan kasasi Akbar Tandjung. Mereka menilai, pembebasan Akbar menjadi bencana besar bagi bangsa Indonesia.

"Bila Akbar bebas maka gerakan penegakan supremasi hukum telah dihancurkan sendiri oleh Mahkamah Agung (MA)," tandas koordinator Malari, Irfan ,Nugroho dalam pernyataan tertulisnya.

Dalam aksi itu, para mahasiswa selain membentangkan sejumlah spanduk juga berorasi baik di depan kantor PN Surakarta ataupun di timur kantor Partai Golkar. Begitu juga ketika berada di kantor RRI Surakarta, wakil para demonstran juga diizinkan untuk membacakan sikapnya yang disiarkan langsung.

Pernyataan sikap itu dibacakan aktivis Malari, Muhammad Nafi Asrori, pada pukul 12.30. Seusai berdemo, para demonstran gabungan dari BEM UNS, KAMMI Solo, Somasi, dan PRD membubarkan diri dengan penjagaan ketat aparat kepolisian.(G11-86j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA