logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Sala  
Line

Jagung Terpaksa Dipanen Lebih Awal

  • Khawatir Serangan Kera

BOYOLALI - Puluhan petani di Desa Gedangan dan Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, mempercepat panen jagung. Idealnya, umur jagung tiga bulan, namun baru dua bulan terpaksa sudah dipetik. Sebab mereka khawatir dengan kemungkinan serangan kera.

Luas lahan pertanian di Desa Gedangan, Wonodoyo, dan desa-desa lain di Kecamatan Cepogo diperkirakan mencapai ratusan haktere. Tanaman jagung itu hanya merupakan usaha sampingan, sehingga umunya ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lainnya. Pada musim penghujan ini, tanaman jagung tampak subur dan harga di pasaran cukup tinggi.

Kaur Pembangunan Desa Gedangan, Maryono kemarin mengatakan, pada musim penghujan binatang kera dari kawasan Gunung Merapi kekurangan pangan. Sehingga binatang itu mencari makanan di lahan pertanian dan sekitar permukiman penduduk.

Gerombolan kera setiap kali menyerang bisa mencapai 15 sampai 20 ekor. Untuk menghindari kerusakan, tanaman jagung para petani di berbagai desa kini dipetik lebih dini.

Idealnya, tanaman jagung baru dipetik pertengahan Februari. Namun karena khawatir dimangsa kera, petani merasa lebih baik mempercepat panen.

''Daripada merugi, saya terpaksa memetik jagung lebih awal,'' kata salah seorang petani.

Tanaman Sayuran

Maryono mengatakan, binatang itu umunya memakan batang dan buah jagung. Setelah kenyang, saat kembali ke ''markasnya'' di kawasan Gunung Merapi, binatang itu masih memanggul dua buah jagung.

Biasanya setelah dimangsa kera, lahan jagung pasti rusak dan tidak bisa dipetik hasilnya. Untuk menanggulangi serangan kera, sebagian petani terpaksa memelihara anjing yang disiagakan di lahan pertanian. Begitu melihat kera, anjing biasanya langsung mengejar sehingga kera ketakutan.

''Namun jika gerombolan kera yang menyerang tanaman dalam jumlah banyak, anjing tidak berani,'' kata Maryono

Serangan kera juga muncul di Desa Jrakah, Klakah, dan Lencoh, Kecamatan Selo. Binatang itu menyerang tamanan sayuran pada musim kemarau.

Tanaman yang dimangsa antara lain wortel, kobis, sawi, cabai dan lain-lain. Setiap memasuki musim kemarau, biasanya petani berada di lahan pertanian dengan membawa potongan kayu atau sabit.

''Kedua alat itu untuk menghalau kera,'' kata petani. (shj-49)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA