logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Sala  
Line

PPDS Bukan Alat Kampanye Parpol

SRAGEN-Untuk menjaga kerukunan para pamong desa di Kabupaten Sragen kemarin dibentuk Paguyuban Pamong Desa Sukowati (PPDS). Paguyuban dideklarasikan di GOR Diponegoro dihadiri ratusan pamong disaksikan Bupati H Untung Wiyono dan jajaran Muspida serta para camat di Kabupaten Sragen.

''Paguyuban akan menjadi sarana silaturahmi yang efektif agar sesama pamong dapat berkomunikasi dengan baik,'' tutur Bupati H Untung Wiyono di hadapan ratusan anggota PPDS di GOR Diponegoro, kemarin.

Wadah para pamong itu tidak saja mengomunikasikan soal tugas pemerintahan, tapi juga tugas kemasyarakat bahkan persiapan menjelang pensiun. Sebab, selama ini banyak pamong desa setelah pensiun tidak memiliki apa-apa karena tidak pernah merencanakan dana pensiun atau tabungan hari tua. Dengan hadirnya paguyuban tersebut, masalah yang dihadapi para pamong desa bisa dibantu ditangani oleh paguyuban.

Ketua PPDS Joko Rahayu AMd yang juga Lurah Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe menyambut gembira pembentukan wadah para pamong desa itu.

''Wadah itu mempererat tali silaturahmi antarpamong dan memudahkan komunikasi serta membahas persoalan internal pemerintahan dan persoalan lain,'' tuturnya.

Sebagai sarana silaturahmi, Bupati H Untung mengimbau agar seluruh pamong mendukung terciptanya situasi Kabupatan Sragen yang kondusif, sehingga pemilu tahun 2004 berjalan sukses, aman, dan demokratis.

Pamong harus mengetahui bagaimana cara mencoblos tanda gambar partai dan bisa memberitahu warganya cara mencoblos yang benar. Sebab, sistem pemilu sekarang sangat berbeda dari sistem Pemilu 1999.

Cukup Tape

Pada saat dimulainya kampanye pemilu, katra Untung Wiyono, masyarakat yang mempunyai hajat tidak diizinkan nanggap hiburan campursari, wayang kulit, atau dangdut. ''Cukup memakai tape recorder dengan alat pengeras suara,'' pintanya.

Tak ketinggalan, Bupati minta jajarannya mulai camat, lurah desa hingga pamong desa mewaspadai bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini. Misalnya, bencana banjir, tanah longsor, atau lisus.

Joko Rahayu mengungkapkan, pendirian paguyuban itu merupakan gagasan murni para pamong desa. Keberadaan paguyuban juga bisa memberikan perlindungan dan pembelaan atau advokasi hukum bagi semua pamong desa dan sebagai wahana menyampaikan aspirasi dalam ikut memberikan andil dalam kebijakan pemerintahan.

Sejumlah anggota paguyuban menuturkan, sesuai dengan arah pengabdiannya paguyuban tidak dipakai untuk kendaraan kampanye parpol tertentu dalam menggapai kemenangan politik dalam pemilu tahun 2004. ''Setahu saya, arah tujuannya tidak dikaitkan dengan politik,'' tutur pamong asal Desa Puro, Karangmalang, Sragen. (nin-14e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA