
| Jumat, 13 Februari 2004 | Sala |
Calo PNS Mulai Berkasak-kusukKLATEN -Anggota DPRD Ir HTugiman menandaskan, belum ada rencana perekrutan PNS untuk tahun 2004 ini. Dia memperoleh kejelasan soal itu setelah menghubungi Bupati dan Kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), ''Ulah para calo itu memang meresahkan. Sebab tahun 2004 tak ada perekrutan PNS. Kalau ada pasti ada pemberitahuan ke Dewan, karena terkait dengan pembiayaannya,'' ujar Tugiman sambil menunjukkan SMS (pesan singkat melalui ponsel-Red) dari Kepala BKD Drs Sartiyasto, yang mengatakan tak ada perekrutan PNS 2004. Penegasan itu disampaikan, mengingat kini mulai banyak calo PNS/guru bantu yang bergentayangan. Korbannya umumnya para lulusan perguruan tinggi yang sedang sibuk mencari lowongan pekerjaan, juga para guru yang belum diangkat menjadi PNS. Menurut keterangan yang dihimpun, calo tersebut menawarkan lowongan PNS yang perekrutannya akan dilakukan tahun 2004. Selain itu, mereka juga menawarkan lowongan guru bantu, sebab ada beberapa guru bantu yang diterima menjadi PNS pada tahun 2003. Untuk dapat diterima, pencari kerja harus menyediakan sejumlah dana yang jumlahnya cukup besar. Namun karena waktunya belum pasti, para korban diminta titip uang muka terlebih dulu. Jumlah titipan yang disetor kepada para calo berkisar antara Rp 5 juta sampai Rp 7 juta untuk pelamar PNS. Sedangkan lowongan guru bantu ditawarkan Rp 3 juta. Jangan Percaya Tugiman dan rekannya Drs Anang Widayaka mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan janji para calo tersebut. Walaupun para calo itu mengaku dekat dengan Bupati H Haryanto Wibowo. ''Banyak orang yang datang ke rumah saya menanyakan apakah ada lowongan PNS di Pemkab. Saya jawab tidak ada, sebab memang tidak ada alokasi dana untuk perekrutan PNS dalam RAPBD 2004 yang sedang dibahas. Kalau ada pasti kami tahu,'' kata Anang di kantornya, kemarin. Ada sejumlah modus yang digunakan para calo. Mereka membuat gambaran, seolah-olah ada lowongan PNS di Pemkab. Adapun biaya yang diminta bervariasi, tergantung masing-masing calo. ''Masalah ini juga sudah diangkat dalam pemandangan umum Fraksi Golkar. Kami kasihan kepada korban, dan Bupati yang namanya dibawa-bawa. Karena itu kami harap ada tindakan secepatnya agar masalah ini tidak berlarut-larut,'' ujar Anang. (F5-49) |