logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Sala  
Line

Tim Ranmor Bakal Dapat Hadiah

MANAHAN - Hadiah apa yang bakal diberikan Kapolresta Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto SH bagi anggota Tim Ranmor-nya yang sukses membekuk otak sindikat pencuri mobil, Ayu, di Lampung?

"Wah, saya belum mendapat laporannya. Soal penghargaan, tentu ada buat mereka. Penghargaan semacam itu selalu kami berikan," tegasnya, kemarin.

Dia mengakui, dirinya telah mendengar kabar keberhasilan anak buahnya itu, hanya belum terperinci. Lutfi berharap, anggota timnya akan memberikan laporan setelah mereka pulang ke Solo. Begitu datang, barulah dipikirkan apa yang patut diberikan kepada mereka.

"Memang rencana, Tim Ranmor akan pulang pada Kamis ini (12/2-kemarin-Red). Namun, ternyata banyak hal yang perlu dikembangkan di sana, sehingga mungkin pulangnya tidak sesuai dengan jadwal," paparnya.

Di Solo semula aparat hanya mencatat lima aksi kawanan pencuri itu. Namun, setelah bertemu dengan otak pelakunya, Ayu, muncullah pengakuan-pengakuan baru. Di Solo dan sekitarnya, kawanan itu ternyata beraksi di sembilan lokasi.

"Di Lampung kawanan itu juga beraksi di sejumlah tempat. Karena itu, besar kemungkinan dia akan diperiksa pula di sana."

Sebagaimana diwartakan (SM, 12/2) Tim Ranmor Polresta Surakarta dikirim ke Lampung untuk memburu otak pelaku sindikat pencuri mobil, Ayu. Wanita asal Bali yang namanya masuk daftar pencarian orang (DPO) Polresta itu akhirnya tertangkap. Dia ditangkap bersama dua anak buahnya, Veri dan Alek.

Sejauh ini, lanjut Kapolresta, polisi baru bisa menyita empat mobil hasil kejahatan kawanan itu. "Satu mobil yang kami temukan hasil kejahatan di wilayah Solo," paparnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ranmor Iptu Edison Panjahitan yang dihubungi lewat hp-nya mengatakan, timnya masih mengembangkan penyidikan kasus tersebut. "Kami masih mengembangkan kasus ini. Tersangka yang ditahan baru tiga orang, yakni Ayu, Veri, dan Alek," katanya.

Dia menyebutkan, dari tangan para tersangka itu polisi mengamankan empat mobil hasil kejahatan mereka. Namun, yang bakal dibawa ke Solo hanya dua mobil. "Satu mobil hasil kejahatan di Solo dan satu lagi dari Yogyakarta."

Kelompok itu, lanjutnya, diperkirakan memiliki jaringan cukup luas untuk mendistribusikan hasil kejahatan mereka. "Ada kelompok inti, ada pula kelompok luar. Total mereka belasan orang. Kerja mereka tergolong rapi, sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mengungkapnya," ujar dia. (san-86e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA