
| Jumat, 13 Februari 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Kronik Pemilu 2004TNI/Polri Siap Amankan Pemilu di NADBANDA ACEH- Komandan Satuan Tugas Penerangan Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Kol Laut (E) Ditya Soedarsono mengemukakan, aparat TNI/Polri siap mengamankan anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjalankan tugas pelaksanaan Pemilu 2004 di daerah itu. Kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis, Ditya Soedarsono mengungkapkan, meskipun pengamanan tak dilakukan secara langsung secara perorangan, aparat terus memantau keamanan para anggota Panwas dan KPU tersebut. ''Ini kami lakukan karena aparat keamanan ingin menyukseskan pelaksanaan pemilu di Aceh,'' katanya.(ant-58j)
Aceh Terbuka bagi Pemantau Asing
JAKARTA- Sidang kabinet yang dipimpin Presiden Megawati Soekarnoputri, Kamis, memutuskan Nangroe Aceh Darussalam (NAD) terbuka untuk pemantau asing namun mereka tetap akan diatur. ''Prinsipnya untuk memelihara transparansi dan akuntabilitas, pemilu di seluruh Indonesia termasuk Aceh pun terbuka bagi pemantau asing,'' kata Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono seusai sidang kabinet di Gedung Setneg Jakarta. Kehadiran pemantau asing, ujarnya , harus diatur. Pertama, menyangkut keselamatan mereka. Kedua, mengatur dalam hal apa mereka bisa memantau, daerahnya di mana saja dan sebagainya.(ant-58j)
Jangan Diklaim untuk Partai Tertentu
SIDOARJO- Elite DPP PPP mengemukakan, taushiyah pengurus wilayah (PW) NU Jatim menjelang Pemilu 2004 hendaknya netral dan tak diklaim untuk kepentingan keuntungan politik partai tertentu. Jika sebaliknya, dikhawatirkan netralitas NU pada Pemilu 2004 terkorbankan dan mengakibatkan timbulnya pembelahan politik sangat tajam di akar rumput. Hal itu disampaikan salah seorang Ketua DPP PPP Hafidz Maíshoem kepada Suara Merdeka di Hotel Utami, Sidoarjo, Kamis (12/2). Mestinya taushiyah memberikan manfaat kepada warga dan NU secara kelembagaan pada masa depan. Jangan sekadar menguntungkan satu kekuatan sosial tertentu yang memiliki kaitan sejarah ataupun budaya dengan NU.(G14-58j)
Belum Banyak untuk Rakyat
DENPASAR - Keberadaan parpol, baik secara organisasi maupun lewat wakilnya di legislatif, selama ini belum banyak berbuat atau berjuang untuk kepentingan rakyat. ''Parpol belum banyak berbuat untuk membela kepentingan rakyat, baik di bidang ekonomi maupun hukum, sosial, budaya, dan lain-lain,'' kata WS Rendra, budayawan dan penyair kenamaan, di Denpasar, Kamis. Di hadapan peserta seminar ''Rakyat Belum Merdeka'', penyair dengan julukan Si Burung Merak itu menyebutkan, kurang respeknya anggota legislatif dalam membela kepentingan rakyat tersebut sesungguhnya sangat beralasan. Alasannya, anggota legislatif baik yang di tingkat DPR maupun DPRD, selama ini tidak merasa menjadi wakil rakyat. ''Yang mereka rasakan duduk di legislatif adalah sebagai wakil partai,'' ucapnya.(ant-58t) |