
| Jumat, 13 Februari 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Coblos Dulu Gambarnya, Baru Nama CalegSEMARANG- Sejumlah parpol besar menempuh cara mudah dalam mencari dukungan guna pemenangan pemilu. Yakni menekankan kader dan simpatisan partainya supaya mengutamakan mencoblos tanda gambar, baru dilanjutkan mencoblos nama calegnya. Seperti PDI Perjuangan, dalam menyosialisasikan proses pemilu kepada kader partainya di beberapa daerah, mengenalkan cara pencoblosan untuk mengutamakan coblos tanda gambar. Menurut Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko SH, cara tersebut dilakukan dengan pertimbangan mencoblos tanda gambar menyelamatkan suara, karena dipastikan sah. Sedangkan kalau mencoblos nama, tetapi salah mencoblos partai, maka suaranya tidak sah. ''Karena itu, sosialisasi yang kami lakukan mengarahkan kader PDI-P untuk memilih tanda partai. Kalau sudah coblos partai, baru memilih nama caleg,'' katanya kepada Suara Merdeka, kemarin. Pemilu mendatang, lanjut dia, dirasa cukup rumit bagi masyarakat awam. Menyosialisasikan kepada mereka juga hati-hati dan sabar supaya mudah dipahami. Banyak yang mengatakan, untuk mencari tanda gambar partai saja sulit, apalagi memilih nama caleg. Kalau yang ikut pemilu ada 24 parpol, sedangkan mereka mempunyai jumlah caleg yang banyak, maka bisa dibayangkan rumitnya bagi rakyat awam menemukan pilihannya. Meski sudah dibagi dalam beberapa daerah pemilihan (DP), tetap terasa rumit karena semua partai menawarkan banyak caleg. ''Dan yang harus dipilih masyarakat adalah caleg dari tingkat kabupaten/provinsi dan pusat. Ditambah lagi dengan pemilihan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD).'' Gambar Partai Hal yang sama juga dilakukan Partai Persatuan Pembangunan. Wakil Ketua DPW PPP Jateng Drs H Hisyam Alie mengatakan, partainya menyosialisasikan kepada kader dan simpatisan supaya mengutamakan pencoblosan gambar partai dan dilanjut mencoblos daftar nama. Namun, bila masyarakat merasa kesulitan, pihaknya menyarankan cukup memilih tanda gambar. ''Prinsip kami tetap mengarahkan mereka mengikuti aturan, yakni pilih partai dan orangnya. Hanya ada yang bilang, mencari gambar partainya saja sulit, apalagi nama calegnya. Kepada mereka diperbolehkan pilih hanya gambar partainya.'' Salah seorang fungsionaris DPD Partai Golkar Jateng H Soejatno SW SH menuturkan, di partainya menyerahkan cara pencoblosan kepada caleg di setiap daerah pemilihan. Artinya, kalau ada caleg yang menyosialisasikan proses pemilu kepada pengurus atau kader supaya memilih daftar nama atau memilih gambar partai, boleh-boleh saja. Biasanya, ujar Ketua FPG DPRD Jateng ini, bagi caleg yang posisinya ada pada nomor jadi, mereka akan menyosialisasikan agar massa memilih tanda gambar partai. Sedangkan yang berada pada nomor urut yang dirasa kurang menguntungkan, mereka akan menyosialisasikan pemilih memilih daftar nama caleg. (H1-58t) |