logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Pemilu 2004

Semangat Politikus Perempuan Menurun

  • Khofifah: Institusi Perempuan Perlu Diperkuat

SEMARANG- Tahapan proses pesta demokrasi yang sedang berlangsung, tenyata menimbulkan sejumlah politikus perempuan kurang bersemangat. Hal itu karena posisi mereka sebagai caleg, sebagian besar hanya diletakkan pada nomor urut sulit jadi.

Ketua DPW Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB) Jateng Dra Hj Siti Alfiaturohmaniah mengemukakan, kenyataan itu hampir terjadi di semua partai politik termasuk juga PKB. Namun jika politikus perempuan putus asa, justru dapat merugikan mereka. Sebab, akan dinilai kalah sebelum bertanding oleh politikus lainnya.

''Ini sebuah tantangan berat tapi dapat menjadi pendorong kaum perempuan untuk lebih maju dalam dunia politik,'' kata dia di sela-sela Konsolidasi Pengurus PPKB Jateng yang bertema ''Penguatan Peran PPKB dalam Pemenangan Pemilu 2004'' di Hotel Santika, kemarin. Acara yang diikuti perwakilan PPKB se-Jawa Tengah ini menampilkan narasumber, antara lain salah seorang Ketua DPP PKB Khofifah Indar Parawansa dan anggota KPU Jateng Ida Budhiati SH.

Dia melihat, sebagian besar politikus perempuan yang tampil dalam kancah perpolitikan adalah pendatang baru. Sebelumnya mereka lebih banyak aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan, sehingga belum mendalami permainan berpolitik. Karena itu, seharusnya pintu baru ini dimanfaatkan sebagai ajang adaptasi dan pembelajaran. ''Ke depan, harus ada perubahan dan perempuan mampu memperoleh peluang yang diberikan kepadanya, yaitu kuota 30%.''

Belum Mampu

Dia menjelaskan, kuota 30% sesuai dengan UU Nomor 12/2003 tentang Pemilu belum mampu memberi tekanan kepada partai agar memenuhinya. Hal ini karena dalam Pasal 107 terdapat klausul yang menyebutkan, penetapan calon terpilih anggota DPR di samping ditentukan oleh perolehan angka BPP juga ditetapkan berdasarkan nomor urut pada daftar calon.

''Kendati demikian, kami masih mempunyai semangat optimistis dan bertekad menyusun strategi pencapaian angka BPP bagi caleg perempuan PKB pada Pemilu 2004.''

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa dalam pengarahannya memaparkan, politikus perempuan perlu penguatan internal. Bila sudah mempunyai daya tawar tinggi, maka upaya menyukseskan perolehan 30% bukan sesuatu yang sulit.

Mantan menteri pemberdayaan perempuan ini mengakui, tidak sedikit pengurus partai yang kurang memiliki perspektif perempuan. Selama ini mereka memanfaatkan kuantitas perempuan sebagai alat pemenangan pemilu. Hanya diminta mendukung partai dalam pemilu, tetapi tidak mendapatkan posisi apa-apa.

''Saran saya, kaum perempuan perlu terus-menerus melakukan penguatan institusi dan penguatan kapasitas pengurus. Dengan demikian, akan memiliki nilai tawar tinggi. Partai atau Dewan itu bukan tujuan, melainkan hanya alat untuk mengaktualisasikan potensi yang kita miliki,'' tandasnya. (H1-58j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA