logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Olahraga  
Line

Dua Petinju Jateng Masuk Pelatnas

SEMARANG - Dua petinju Jawa Tengah Ahmad Amri (kelas 81 kg) dan Pintor Manik (64 kg), dipanggil PB Pertina untuk mengikuti pelatnas jangka panjang di Jakarta. Pemanggilan tersebut berdasarkan surat PB Pertina No 12/SJ/PB.Pertina/I/04 dan surat No 50/SJ/PB/Pertina/I/04 yang ditandatangani Sekjen PB Pertina Bambang Asmanu.

Kedua petinju Jateng tersebut merupakan hasil pemantauan dari tim PB Pertina yang beranggotakan tujuh orang dalam beberapa pertandingan. Mereka akan dipersiapkan menghadapi pertandingan di babak kualifikasi Olimpiade. Namun dalam waktu dekat mereka akan diterjunkan dalam kejuaraan dunia di kota Cheju, Korea.

Ketua Pengda Pertina Jateng Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan, dengan masuknya dua petinju muda Jateng ke Pelatnas diharapkan bisa menjadi motivator bagi petinju lain di Jateng. ''Kami yakin masih banyak petinju potensial di Jateng yang bisa mengikuti jejak mereka,'' kata dia seusai menerima kedua petinju di kantornya Jalan Pandanaran 30, kemarin.

Dia menyatakan akan terus meningkatkan prestasi tinju amatir di Jateng. Salah satu upayanya adalah dengan memperbanyak kejuaraan tinju di daerah-daerah. ''Kami akan memperbanyak kejurda tinju. Paling tidak, dalam setahun ini kami merencanakan menggelar 4 kali kejurda,'' kata dia. ''Harapannya, petinju muda yang akan muncul makin banyak. Tidak hanya mengharumkan nama Jateng, tetapi juga nama bangsa di tingkat internasional.''

Sementara itu, Ketua Harian Pengda Pertina Jawa Tengah Parlindungan Manik yang ikut mendampingi dua petinju ini mengungkapkan, usia kedua petinju tersebut masih sangat muda, yaitu 17 tahun. Namun potensi ke depannya sangat baik. Karena itu, PB Pertina memberi kesempatan kepada mereka untuk mengikuti pelatnas jangka panjang.

Prestasi Pintor dalam dua tahun terakhir ini cukup bagus. Tahun 2002 dan 2003 Pintor yang saat ini duduk di kelas 3 SMA Islam Sultan Agung I Semarang ini berhasil menyabet medali perunggu di Kejurnas Junior. Selain itu, di kejuaraan Sarung Tinju Perak untuk petinju junior di Surabaya tahun 2003, dia juga meraih medali perunggu. Adapun Amri belum pernah menyabet medali di beberapa kejuaraan. Namun di usia yang masih muda itu dia sudah terjun di kelas berat 81 kg. Petinju yang seperti Amri sangat jarang di Indonesia. ''Mereka layak masuk pelatnas jangka panjang karena prestasinya sangat bagus,'' kata ayah dari Pinto itu. (H13,G2-57t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA