logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Berita Utama  
Line

Akbar: Allahu Akbar

  • Buka Puasa dan Sujud Syukur
GEMBIRA: Akbar Tandjung bersama para pendukungnya meluapkan kegembiraan dengan mengangkat tangan, begitu majelis hakim MA memutuskan mengabulkan kasasi yang diajukan Ketua Umum Partai Golkar itu dalam kasus penyimpangan dana nonbujeter Bulog.(55t)

JAKARTA- Pekikan''Allahu Akbar'' dari para pendukung Akbar Tandjung terdengar lantang menyambut putusan majelis hakim MA yang mengabulkan kasasi yang diajukan Ketua Umum Partai Golkar itu dalam kasus penyimpangan dana nonbujeter Bulog. Seperti serbakebetulan, putusan yang ditunggu-tunggu keluarga Akbar itu bersamaan dengan tibanya waktu shalat magrib. Dan, putusan itu seperti menjadi menu buka bagi Akbar yang hari itu memang sedang berpuasa.

Karena itu, begitu tanda waktu azan magrib lewat running text menyertai putusan bebas yang tertayang dari layar TV, Akbar langsung menenguk segelas air putih. Sesaat kemudian dia bersujud syukur di lantai beralas karpet, baru setelah itu Akbar menyambut pelukan istri tercinta, Krisnina (Nina-Red), dan dua putrinya yang sejak pagi mendampingi.

''Pertama-tama saya mengucapkan 'Allahu akbar'. Puji syukur kepada Tuhan yang telah mengabulkan permohonan saya. Saya telah memohon agar dibebaskan dalam kasus ini. Dan alhamdulillah, majelis hakim telah memenuhi permohonan saya. Untuk itu, saya menyampaikan puji syukur kepada Tuhan,'' demikian pernyataan pertama Akbar yang disampaikan kepada wartawan yang memenuhi ruangan berukuran 5 x 7 meter itu. Napasnya masih terengah-engah.

Selanjutnya, Ketua DPR itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekannya yang telah mendoakan dia.

''Dan, alhamdulillah karena doa dari rekan-rekan itu juga telah memberikan dorongan kepada saya, dan alhamdulillah telah dikabulkan oleh majelis hakim,'' ungkap Akbar yang saat itu didampingi pengacaranya, Ruhut Sitompul, serta fungsionaris Partai Golkar seperti Ferry Mursyidan Baldan dan Bomer Pasaribu.

Seperti dua pekan lalu, rumah Akbar di Jalan Widya Chandra III sejak Kamis (12/2) pagi dipenuhi ratusan wartawan media cetak dan elektronik serta ribuan simpatisan dan kolega baik dari kalangan politikus maupun masyarakat umum. Tampak di antara mereka Fahmi Idris, Theo Sambuaga, Enggartiasto Lukito, Slamet Effendi Yusuf, Agung Laksono, juga pengamat sepak bola Edy Sofyan.

Acara menyambut putusan MA dimulai pukul 10.00 dengan doa bersama. Setelah itu Akbar didampingi istri dan kedua putrinya menyaksikan siaran langsung dari gedung MA lewat sebuah TV berukuran 29 inci. Tampakya mereka dan semua yang hadir mengira, pembacaan putusan akan berlangsung singkat. Suasana tegang pun langsung terasa.

Akbar yang saat itu mengenakan kemeja batik krem terlihat komat-kamit membaca doa. Begitu pula Nina dan kedua putrinya, yang salah seorang di antaranya melakukan wirid dengan membawa tasbih. Saat-saat menegangkan itu membuat wartawan yang memenuhi ruangan berukuran 4 x 5 meter yang hanya dilengkapi kipas angin itu pengab karena dipenuhi orang.

Namun setelah melihat tanda-tanda pembacaan putusan akan berlangsung lama, mereka menunggu sambil duduk di sofa. Saat itulah satu per satu rekan Akbar datang memberi dorongan moral. Tampak di antara mereka Menko Kesra Jusuf Kalla yang datang pukul 10.15. Selama menunggu, sesekali Akbar menerima telepon, entah dari siapa.

Karena hampir semua stasiun televisi meliput langsung putusan kasasi MA, televisi harus sering dipindah saluran karena iklan. Akbar beberapa kali mengubah sendiri saluran TV dengan remote control.

Sampai menjelang zuhur ternyata putusan belum rampung. Karena itu, Nina melalui Ruhut mempersilakan para wartawan dan tamu lainnya mengambil makan siang yang dihidangkan di ruang lain. Karena begitu banyaknya orang, hampir seluruh ruang di rumah itu menjadi tempat lalu lalang atau sekadar beristirahat makan.

Pukul 12.30, Akbar meninggalkan ruangan untuk shalat zuhur dan berdoa. Dua puluh menit kemudian dia kembali ke ruang semula setelah mengganti kemeja yang basah oleh peluh dengan kemeja batik lain sewarna. Begitu pula dengan istrinya.

Akan tetapi baru 10 menit duduk di depan TV, acara pembacaan kasasi dihentikan untuk istirahat. Akbar pun bangkit dari kursinya dan menemui kolega-koleganya yang menyaksikan tayangan TV dari ruang di sebelahnya yang berukuran lebih besar dan ber-AC. Satu jam kemudian, istri dan anak-anaknya menyusul.

Meski kasasi baru diumumkan pukul 18.25, sebenarnya tanda-tanda bahwa Akbar akan lolos dari jerat hukum sudah terlihat sejak pukul 14.00. Bomer beberapa kali mengepalkan tangannya diiringi tepuk tangan rekan-rekannya setiap kali majelis hakim MA menyebut kalimat ''majelis hakim (pengadilan tinggi) telah menggunakan pemahaman hukum yang keliru'' atau yang sejenisnya. Saat itulah pengacara Akbar lainnya, Amir Syamsuddin, muncul dan langsung disambut dengan pelukan seolah kemenangan sudah di tangan.

Pukul 15.35, Akbar kembali keluar ruangan untuk shalat asar. Namun setelah itu mereka kembali berkumpul, sampai saat pengumuman yang mereka tunggu-tunggu tiba.

Selain mengucapkan rasa syukur atas dikabulkannya permohonan kasasi oleh MA, Akbar juga menyampaikan harapan agar semua pihak menghormati apa pun keputusan lembaga tinggi tersebut.

''Kami mengharapkan semua pihak menghormati keputusan MA itu. Sebab kalau kita tidak menghormati MA, lembaga apa di negara ini yang tidak kita tempatkan sesuai dengan apa yang telah kita sepakati sebagai bangsa,'' ujar dia.

Menurut Akbar, jika tekanan-tekanan terus saja dilakukan padahal MA sudah mengambil keputusan, dia meyakini pasti ada kepentingan-kepentingan di luar hukum.

''Kepentingan-kepentingan di luar hukum itu artinya apa, bisa saya katakan ya kepentingan politik,'' tegasnya.

Tentang peluangnya maju ke konvensi capres, Akbar tidak bisa menjamin bahwa dia pasti akan lolos. Karena dalam konvensi Partai Golkar ada aturan-aturannya, ada mekanismenya, ada proses pengambilan keputusannya.

''Tentu saja proses pengambilan keputusan itulah yang nanti akan memastikan siapa yang akan menjadi calon presiden. Jadi saya tidak bisa memastikan, saya akan terpilih sebagai calon presiden,'' ungkap Akbar.(Fauzan J-33j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA