
| Jumat, 13 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Pembantu Bobol Pulsa Majikan
SEMARANG- Gara-gara tertarik iklan esek-esek, seorang pemuda membobol rekening pulsa telepon majikannya membengkak hingga Rp 26 juta. Jengkel mendapati kejadian itu, sang majikan, Sumiyati (30), warga Jl Kaligarang Atas, Kelurahan Petompon melaporkan pembantunya tersebut, Agus Purwanto (20) ke polisi. Lelaki asal Desa Babat, Kebonagung, Demak itu pun ditangkap dan kini ditahan di Polwiltabes. Sumiyati yang seorang penjual daging ayam di Pasar Rejomulyo (Pasar Kobong) itu sejak September 2003, memutuskan untuk menggembok pesawat telepon di kiosnya dengan pertimbangan jarang memakai saluran tersebut. Dia lebih banyak menggunakannya untuk menerima panggilan dari teman atau pelanggan. Sejak itu, dia hanya membayar abonemen bulanan ke Telkom, sehingga lebih irit. Namun pada Selasa (10/2) ketika hendak membayar abonemen bulan terakhir, Sumiyati amat terkejut ketika diberitahu bahwa tagihan rekeningnya membengkak menjadi Rp 26 juta. Kecurigaannya mengarah kepada pembantunya, Agus, yang selain membantu berjualan daging ayam, juga bertugas jaga malam di kiosnya. Semula saat ditanya Agus tidak mengaku, namun akhirnya dia tak dapat membantah lagi. Agus mengaku menelepon ke saluran Japati sejak 10 Desember 2003-31 Januari 2004. Dia tertarik menghubungi nomor-nomor tersebut karena penasaran setelah melihat iklan di sebuah koran. Berdasarkan catatan di rekening tagihan, setiap kali telepon Agus bisa menghabiskan pulsa bernilai antara Rp 100.000-350.000. Tanpa dia sadari, jumlah itu terus menggelembung hingga mencapai Rp 26 juta. (G3-73) |