
| Jumat, 13 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Siang Malam Keliling di Kampung TambaklorokDI kalangan nelayan Tambaklorok, nama Sunarto cukup dikenal. Maklum, dia adalah Ketua Kelompok Nelayan KUD Usaha Mina sehingga sehari-harinya dia selalu berhubungan dengan para nelayan. Kesibukannya makin bertambah setelah dia dipercaya sebagai perwakilan nelayan Tambaklorok dalam Tim Investigasi Independen (TII), sejak Rabu (4/2) lalu. Dia bertugas melakukan pendataan terhadap kerusakan perahu akibat tertabrak tongkang Best IX milik PT Best, perusahaan pengolah bahan mentah minyak sawit. Tongkang Best IX terdampar di Sungai Tambaklorok setelah dihantam badai, Selasa (3/2) lalu. Akibatnya, banyak perahu yang mengalami kerusakaan dan ratusan nelayan lainya mengalami kerugian. ''Tidak mudah melakukan pendataan. Sebab, karakter dan sifat kebanyakan masyarakat nelayan sulit untuk diajak mengerti. Dengan hati-hati, saya berusaha memberi pemahaman kepada para nelayan akan tugas yang saya emban,'' jelas laki-laki kelahiran Padang 13 Desember 1953 itu. Dia harus sabar menjelaskan kepada para nelayan bahwa tugasnya hanya sekadar mendata dan tidak memiliki kompetensi memberikan ganti rugi. Pendataan itu sekadar membantu para nelayan yang mengalami musibah. Siang-malam, dia keliling ke Kampung Tambaklorok dan Tambakrejo. Toh demikian berat tugas sosial itu, akhirnya pendataan selesai. Hal itu tidak lepas dari bantuan Kapospol Air Tambaklorok Polda Jateng, Iptu Tri Widagdo. Bisa dikatakan, hanya Tri Widagdo yang memberikan bantuan kepada Sunarto secara optimal selama proses pendataan. Dia selalu memerintahkan kepada sejumlah anggotanya untuk mengawal Sunarto. ''Bila tidak begitu, berat sekali. Sebab mereka tahunya saya ini Ketua Kelompok Nelayan KUD. Segala hal dibebankan kepada saya. Kalau tidak dikawal seperti ini, saya takutnya kalau terjadi apa-apa pada diri saya,'' katanya. Perasaannya terasa lega setelah data diterima oleh Staf Agen Pelayaran PT Best Ashari, beberapa hari lalu. Toh begitu, pekerjaannya belum 100 % selesai. Sebab, masih ada tugas baru yang akan dipikulnya lagi yakni proses pembagian ganti rugi kepada nelayan. ''Alhamdulillah, beban sudah berkurang,'' katanya, sembari menyungging senyum dan menghela nafas laga. (Karyadi-84)
|