
| Jumat, 13 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Beberapa Sekolah Rusak Diterjang BanjirGROBOGAN - Beberapa sekolah di Kecamatan Gubug rusak parah akibat diterjang banjir. Di antaranya dindingnya jebol, lantai mengelupas dan terasnya ndhoyonghingga nyaris ambruk. Walaupun kondisinya memprihatinkan, kegiatan belajar-mengajar mulai dilaksanakan Senin (9/2). "Sekolah-sekolah yang terkena banjir sudah melaksanan kegiatan belajar-mengajar," kata Camat Gubug Puji Rahardjo SH, di kantornya. Adapun sekolah yang rusak di antaranya SD Kuwaron 4, SD Ngroto 1 dan 4, SD Rowosari 1, SMP Negeri 1 Gubug, dan SMA Negeri 1 Gubug. Kepala SMP Negeri 1 Suwardi SPd MPd mengatakan, kegiatan belajar-mengajar tidak bisa berlangsung sejak Rabu (4/2) dan baru efektif pada Senin (9/2). "Kerusakan di sekolah kami meliputi arsip persuratan basah akibat terendam air, namun masih dapat dipergunakan. Juga alat musik terendam dan sebagian rusak, beberapa buku perpustakaan dan alat tulis kantor tak dapat dipergunakan, serta tujuh ruang kelas lantainya ambles dan tegelnya rusak," paparnya. Meski demikian, ruang tersebut masih dapat dipergunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Masih Baik Di SMA Negeri 1, lanjut dia, kondisi gedung masih baik. Meskipun demikian, beberapa peralatan elektronik seperti kulkas dan telepon, rusak. Selain itu, banjir juga membasahi ratusan buku pelajaran, buku pegangan guru, dua unit komputer, dua buah pompa air, dan berbagai perlengakapan laboratorium IPA. Di desa-desa air sudah mulai surut, sehingga kegiatan kembali normal. Meski demikian, pihak kecamatan hingga kemarin masih menyalurkan berbagai bantuan makanan kepada warganya yang membutuhkan. Menyinggung masa tanam berikutnya, Camat Gubug mengatakan, kondisi dilanda banjir sepertinya tidak memengaruhi masa tanam. Sebab, saluran irigasi masih berfungsi normal. (H3-45k) |