
| Jumat, 13 Februari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Tujuh Keluarga Dievakuasi
SEMARANG BARAT- Tujuh keluarga di Jl Kumudasmoro Tengah IV, RT 1 RW 8 Kelurahan Bongsari, Semarang Barat, dievakuasi ke tempat yang lebih aman, Kamis (12/2). Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk selama proses perbaikan talud kantor Dinas Perhubungan Jateng yang longsor beberapa hari lalu. Mereka yang dievakuasi adalah keluarga Slamet (50), Supriyanto (35), Budi Suwarto (60), Sutejo (50), Suparjo (70), Sutrisno (27), dan Suparmin. Mereka adalah warga yang menempati rumah di belakang gedung Dishub Jateng, tepat di atas tebing yang longsor. Sebagian dari mereka memilih pindah sementara ke rumah keluarga dekat, sebagian lagi mengontrak rumah tetangga. Satu keluarga memilih mengungsi di Kantor Dishub. Hampir semua rumah yang terancam longsor kemarin dikosongkan. Para penghuni mengemasi perabotan rumah tangga seperti kasur, barang-barang elektronik, dan peralatan dapur. Mereka secara bergotong royong memindahkan barang ke tempat tinggal sementara. Seorang warga, Suwarno (70), menangis karena khawatir tidak bisa menempati rumahnya lagi. Namun anaknya, Supriyanto (35), berusaha memberikan pengertian agar sang ayah tidak menyesali musibah yang terjadi. Slamet (50) ketika ditemui Suara Merdeka mengaku akan pindah sementara ke rumah keluarganya di Manyaran. ''Tak apa pindah ke Manyaran. Ini kami lakukan demi keselamatan keluarga saya,'' katanya. Lain lagi bagi Sutejo (50). Bapak empat orang anak itu mengaku sudah mendapatkan kontrakan di RT sebelah, sehari sebelumnya. Dia mengontrak rumah milik tetangganya setahun. ''Tidak ada orang yang bersedia rumahnya dikontrak sebulan atau dua bulan. Di sini patokan kontrak setahun. Ya mau bagaimana lagi, wong umumnya begitu,'' katanya. Bantuan Dinas Perhubungan Jateng memberikan bantuan Rp 1,5 juta kepada masing-masing keluarga. Bantuan diserahkan oleh Kabag TU Aji Wicaksono. Sejumlah pekerja kemarin menggempur talud yang longsor. Agar keselamatan para buruh terjamin, dipasang sling yang diikatkan di bangunan Gedung Dishub dan ditarik ke tebing. Seutas tali dikaitkan di atas sling untuk mengikat pinggang para pekerja. Hal itu dimaksudkan agar bila talud roboh, reruntuhan tidak menimpa para buruh. ''Pembongkaran talud itu membutuhkan waktu sekitar dua minggu,'' kata Gustav dari CV Citra Teknika selaku pelaksana proyek perbaikan talud tersebut. Sementara itu, talud yang longsor meluas ke selatan mendekati jalan kampung. Di beberapa titik, jalan Kampung Kumudasmoro IV retak-retak. (G5-63s) |