
| Jumat, 13 Februari 2004 | Internasional |
Panglima AS Luput dari Maut di IrakBAGDAD - Jenderal John Abizaid, panglima militer AS di kawasan Timur Tengah, selamat dari serangan granat bertenaga roket di Irak, Kamis kemarin, kata jubir US Army (AD AS). "Pada pukul 13.30 di Fallujah, Jenderal Abizaid dan Jenderal Charles Swannack mengunjungi kompleks pertahanan sipil Irak," kata Brigjen Mark Kimmitt, dalam konferensi pers. "Pada saat itu pula, tiga granat bertenaga roket ditembakkan ke konvoi mereka dari atap bangunan di sekitar. Tidak ada tentara koalisi atau warga sipil yang terluka." Sementara itu, utusan PBB di Irak menyatakan mendukung seruan ulama utama Syiah, Ayatollah Ali al-Sistani, tentang pemilu. Tetapi, dia tidak sependapat mengenai waktu pelaksanaannya. "Ayatollah Ali al-Sistani bersikeras tentang penyelenggaraan pemilu tersebut dan kami 100 persen mendukung gagasannya. Sebab, pemilu adalah cara terbaik agar rakyat mampu membentuk negara yang melayani kepentingan mereka," kata Lakhdar Brahimi kepada para wartawan, Kamis. Dia mengatakan hal tersebut, setelah mengadakan pembicaraan selama dua jam di Bagdad dengan Ali al-Sistani, yang memegang kunci masa depan politik Irak. Suatu tim PBB yang dipimpin Brahimi, mengunjungi Irak untuk menilai kelayakan penyelenggaraan pemilu yang dipercepat. Tuntutan Sistani itu bertentangan dengan rencana AS untuk menyerahkan kekuasaan pada 30 Juni. "Kami sependapat dengan Sayyid, pemilu harus disiapkan dengan baik dan berlangsung dalam kondisi terbaik, sehingga hasilnya sesuai dengan keinginan Sayyid, rakyat Irak, dan PBB," katanya Sayyid adalah panggilan bagi orang yang masih keturunan Nabi Muhammad SAW. AS mendukung pendekatan bertahap dengan kaukus-kaukus, yang pada akhirnya mengadakan pemilu langsung pada 2005. (rtr-ben-30) |