logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Internasional  
Line

Program Pembersihan PM Badawi Berlanjut

Giliran Seorang Menteri Didakwa Korupsi

KUALA LUMPUR - Menteri Pertanahan dan Pengembangan Koperasi Malaysia Kasitah Gaddam kemarin diajukan ke pengadilan di Kuala Lumpur, namun dibebaskan dengan uang jaminan sambil meninggu persidangan.

Kasitah (57), yang ditangkap oleh Badan Antikorupsi Malaysia, menyatakan dirinya tidak bersalah di hadapan para hakim. Dia menjadi orang penting kedua yang ditangkap dan diseret ke pengadilan, setelah Abdullah Ahmad Badawi menjadi PM.

Selasa lalu, Eric Chia Eng Hock - mantan pemimpin BUMN Perwaja Steel - tercatat sebagai konglomerat pertama yang ditangkap atas dakwaan berkaitan dengan korupsi. Dia juga menyatakan tak bersalah, dan dibebaskan dengan uang jaminan.

"Tidak bersalah," kata menteri itu di pengadilan, menanggapi dua dakwaan korupsi yang dikenakan padanya. Dia memberikan uang jaminan satu juta ringgit (Rp 2,2 miliar) dan paspornya disita.

Jika terbukti bersalah, dia dapat dihukum maksimal 14 tahun penjara, denda, atau keduanya. Saham-saham Malaysia naik 0,33 persen pada siang hari kemarin, tetapi kenaikan itu terhenti di puncak ketika spekulasi merebak tentang bakal adanya penangkapan lain.

"Memang baik apa yang dilakukan pihak berwenang. Tetapi, pada saat yang sama, muncul spekulasi tentang siapa yang jadi sasaran berikutnya. Hal ini membuat pasar sedikit terguncang," kata seorang pialang pada lembaga perantara.

Sekalipun koalisi multietnis PM Abdullah diperkirakan akan menang mutlak pada pemilu mendatang, ujian utama adalah memenangi dukungan mayoritas etnis Melayu, khususnya di daerah-daerah pedalaman.

Kasitah dianggap menyalahgunakan jabatannya sebagai ketua Dewan Pembangunan Wilayah Sabah (SLDB - Sabah Land Development Board) di bagian timur Kalimantan, untuk mendapatkan keuntungan keuangan. Demikian bunyi dakwaan yang diajukan terhadapnya.

Pihak berwenang menudingnya ambil bagian dalam keputusan 1996 untuk menjual 16,8 juta saham yang dipegang SLDB pada perusahaan Sapi Plantations Sdn Bhd, dengan harapan memperoleh saham Sapi Plantations senilai 3,36 juta dolar untuk dirinya sendiri.

Dia juga didakwa telah menipu para anggota dewan mengenai rencana-rencana PPB Oil Palms Sdn Bhd, dengan menawarkan lima saham untuk setiap saham Sapi sebagai bagian dari pencatuman namanya di dewan utama Bursa Saham Kuala Lumpur.

Diminta Membantu

Politikus tersebut ditangkap Kamis kemarin di markas Badan Antikorupsi Malaysia di ibu kota administratif, Putrajaya, setelah dipanggil untuk membantu penyidikan.

"Kami punya peluang sangat bagus untuk membela kasus ini," kata Shafee Abdullah, pengacara terdakwa, kepada para wartawan di luar gedung pengadilan.

Dia mengatakan, Kasitah kemungkinan diadili bersama dengan seorang pria yang didakwa di Sabah. Tetapi Shafee menolak untuk memberikan perincian lebih lanjut.

Surat kabar The Star dalam edisi online di situsnya di internet melaporkan, terdakwa tiba di kantor Badan Antikorupsi Malaysia pada Kamis pagi, dan langsung ditahan serta dibawa masuk ke kantor tersebut.

Dia diundang untuk "membantu" mengungkap kasus korupsi, namun ternyata dirinya langsung ditangkap.

Penggencaran terhadap langkah-langkah antikorupsi di Malaysia dilaksanakan, setelah PM Abdullah menyatakan perang terhadap korupsi sebagai program prioritasnya. Dia menjadi PM pada 31 Oktober tahun lalu, menggantikan Mahathir Mohamad.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA