
| Jumat, 13 Februari 2004 | Ekonomi |
Kondisi Makroekonomi Awal Tahun 2004 StabilPERKEMBANGAN makroekonomi pada Januari lalu secara umum sejalan dengan perkiraan pada awal tahun. Hal itu antara lain ditunjukkan oleh perkembangan inflasi yang tercatat masih rendah, nilai tukar rupiah yang relatif bergerak stabil, dan suku bunga yang cenderung menurun. Demikian dikatakan Deputi Kepala Biro Bank Indonesia, Rizal A Djaafara, dalam siaran persnya, kemarin. Kegiatan konsumsi dan investasi diperkirakan meningkat. Merebaknya wabah flu burung diperkirakan belum menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap kondisi makroekonomi pada Januari 2004. Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi tetap terpelihara. "Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan moneter ke depan tetap diarahkan untuk memantapkan kestabilan makroekonomi yang telah ada," katanya. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia akan tetap berupaya menyerap kelebihan likuiditas. Sementara itu, salah satu kesimpulan pokok dalam rapat bulanan Dewan Gubernur Bank Indonesia ditegaskan, BI masih melihat ruang yang terbuka bagi penurunan suku bunga secara berhati-hati, searah dengan upaya penurunan inflasi dalam jangka menengah. Kegiatan ekonomi sampai dengan triwulan I-2004 diperkirakan akan meningkat.Kegiatan konsumsi dan investasi diperkirakan meningkat sebagaimana diindikasikan oleh hasil survei konsumen dan survei kegiatan dunia usaha (SKDU). Dari sisi eksternal, sejalan dengan membaiknya perekonomian dunia sebagaimana tercermin pada meningkatnya volume perdagangan dunia dan harga-harga komoditas nonmigas, ekspor akan meningkat sesuai dengan perkiraan semula. Faktor Fundamental Sementara itu, impor juga meningkat sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik dan ekspor. Laju inflasi Januari 2004 masih rendah tercatat sebesar 0,57% dan secara tahunan menurun menjadi 4,82%. Meski relatif rendah, peningkatan harga terjadi pada seluruh barang dan jasa dengan peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan, sandang, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta kesehatan. "Dengan perkembangan harga pada kelompok makanan di atas, maka inflasi yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter (inflasi inti) diperkirakan turunsebagai dampak dari kebijakan moneter beberapa triwulan sebelum ini." Menurunnya inflasi inti disebabkan oleh membaiknya faktor-faktor fundamental seperti nilai tukar, ekspektasi, dan terjaganya keseimbangan permintaan-penawaran agregat. Nilai tukar rupiah selama Januari 2004 bergerak relatif stabil dan cenderung menguat. Secara rata-rata rupiah menguat sebesar 1,2% menjadi Rp 8.389 per dolar AS. Tren penguatan rupiah didorong oleh perkembangan ekonomi yang masih positif bersamaan dengan aliran modal masuk ke pasar saham. Selain itu, sentimen positif turut membantu penguatan nilai tukar antara lain akibat penjualan lanjutan saham perbankan, privatisasi lanjutan BUMN, dan penerbitan SUN serta obligasi valas. Relatif stabilnya kondisi ekonomi, khususnya yang ditunjukkan oleh rendahnya inflasi dan stabilitas nilai tukar, telah membuka ruang bagi penurunan suku bunga instrumen moneter lebih lanjut.Suku bunga SBI satu bulan turun sebesar 45 bps menuju tingkat 7,86%. Kecenderungan penurunan suku bunga SBI telah ditransmisikan pada penurunan suku bunga deposito, harga aset, dan secara terbatas pada suku bunga kredit, terutama kredit konsumsi. Di sisi besaran moneter terdapat kecenderungan pengalihan deposito ke tabungan. Sampai akhir November 2003, dana pihak ketiga (DPK) sedikit menurun sekitar 0,5% dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya. Namun kredit menunjukkan peningkatan cukup besar, yakni tumbuh 2,6% dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya. Di sisi lain, rentabilitas perbankan dan permodalan cukup memadai yang ditunjukkan oleh ROA sebesar 2,3% dan NIM sebesar 0,4%. Berdasarkan perkembangan berbagai indikator makroekonomi sampai dengan bulan Januari 2004, Bank Indonesia memandang prospek ekonomi triwulan I-2004 masih akan membaik. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada pada kisaran 4,3% - 4,8% (year on year), sesuai dengan perkiraan pada awal tahun.(82n) Perkiraan Pertumbuhan ekonomi 4,3% - 4,8% (year on year), sesuai dengan perkiraan pada awal tahun. Perkiraan Nilai tukar rupiah Rp 8.300 - Rp 8.500 per dolar AS. (relatif stabil) |