
| Jumat, 13 Februari 2004 | Ekonomi |
Klewer Sepi, Pedagang Kios Jadi ''Kelilingan"KEGIATAN perekonomian di Pasar Klewer selama dua bulan terakhir ini sepi. Para pedagang mengaku, sepinya pasar kali ini benar-benar menurunkan omzet penjualan. ''Ya, meskipun tak ada pembeli ya, ditunggu. Habis bagaimana, sudah pekerjaannya. Nanti kalau kami tidak buka toko bisa dikira tutup terus oleh pelanggan,'' kata salah seorang pemilik kios. Pedagang lainnya mengaku, sepinya pasar kali ini paling parah dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun pembeli jarang datang, pemilik kios tetap membuka tokonya pada pagi hari dan baru tutup sekitar pukul 16.00. ''Saya buka kios pukul 08.30 sampai 14.00, satu barang pun belum laku,'' ujar Rejeb (55), salah seorang pedagang pakaian dalam di Pasar Klewer. ''Omzet penjualan saya turun sekitar 70 persen. Ya mudah-mudahan tidak sepi terus,'' ujar dia. Pakaian bayi dan anak-anak masih lumayan ada pembelinya, karena pada musim hujan begini banyak anak ngompol. Pakaian untuk mereka harus selalu ada yang kering. Agus Dwi, salah seorang penjaga toko jaket dan rompi mengaku omzet penjualan turun drastis. Pedagang yang tak putus asa menghadapi kondisi sepi tersebut banyak yang nekat menawarkan dagangannya ke luar kota. Dengan mobil boks mereka tidak saja mendatangi toko-toko di Jawa Tengah, tetapi juga toko-toko di Jawa Timur. Salah seorang pemilik kios, Acong, mengaku setiap minggu dua-tiga kali harus menawarkan dagangannya ke Jatim untuk menambah pendapatan. (Subakti A Sidik-82n) |