logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 13 Februari 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Ketua FPDI-P Marah Nyaris Hajar Wartawan

BATANG - Ketua FPDI-P DPRD Batang, Parwieto Ag, kini disorot masyarakat. Sebab, dia melecehkan wartawan Radar Pekalongan, Didik Teguh Raharjo SSos. Peristiwa di Gedung DPRD, Rabu lalu, itu seharusnya tak perlu dilakukan seorang wakil rakyat.

Kejadian itu berawal dari kedatangan Didik bersama Rima yang hendak meliput auidiensi anggota panitia pengawas pemilihan umum (panwas pemilu) kecamatan se-Kabupaten Batang dengan pemimpin DPRD. Beberapa saat kemudian Parwieto, yang juga Ketua Komisi C, mengejar Didik dan menarik kerah bajunya.

Namun wartawan, alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) Semarang, itu berhasil melepaskan diri. Dia pun lolos dari serangan Parwieto. Rekannya, wartawan Wawasan Eko Saputro SSos, untuk melerai.

Parwieto yang masih emosi dengan suara keras menantang Didik. Dia menganggap Didik memojokkannya dalam pemberitaan. Dia menuntut Didik meminta maaf karena mepermalukannya melalui tulisan di koran yang sudah dibaca orang banyak.

Eko saat itu meminta Parwieto tidak emosi. Dia menyarankan Parwieto membicarakan baik-baik, tidak emosi, dan menyinggung profesi wartawan.

Kapolsek Batang Kota AKP Tukiran bersama anggotanya yang saat itu bertugas mengamankan audiensi pun menenangkan Parwieto. ''Kalau Pak Parwieto tidak terima bisa menggunakan hak jawab. Itu diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sebaiknya kita bicarakan dengan hati dingin, duduk satu meja,'' ujar Eko.

Didik melaporkan kasus itu ke PWI Jateng dan juga ke organisasi wartawan yang lain. Aksi Parwieto kepada Didik di hadapan banyak orang menjadi bahan pembicaraan. LSM Aku Ini Demokrat Sejati (AIDS) menyatakan mengecam keras tindakan itu.(ar-17c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA