logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Sala  
Line

Besi Rongsok Ganggu Lalin

  • Ditempatkan di Tepi Jalan

JEBRES-Tumpukan dan deretan besi rongsok yang berada di tepi utara Jalan Tentara Pelajar, Jebres dikeluhkan warga dan pengguna jalan yang lewat di jalur itu. Besi rongsok itu milik pengusaha besi yang usahanya menempati rumah di sebelah selatan jalan.

Warga dan pengguna jalan mengeluh, karena penempatan barang bekas tersebut tidak beraturan dan di pinggir jalan.

"Besi bekas itu ditempatkan begitu saja di pinggir jalan. Selain dapat mengganggu arus lalu lintas, juga lingkungan. Apalagi di kawasan bantaran sungai juga terdapat beberapa rumah. Mengapa kondisi seperti itu dibiarkan saja dan tidak ada penertiban dari pemerintah daerah?" ujar seorang warga sekitar.

Warga itu mengaku tahu besi rongsok tersebut milik pengusaha yang rumahnya berseberangan jalan. Warga khawatir kalau dibiarkan keadaan seperti itu akan merembet ke kawasan sekitarnya.

"Bisa-bisa sisi utara jalan itu penuh dengan besi bekas," katanya.

Beragam

Besi rongsok yang ditempatkan di sisi utara Jalan Tentara Pelajar itu beragam bentuknya. Ada pipa berukuran besar, bodi mobil sedan atau bus, juga tangki minyak. Selain itu, ada lempengan besi panjang, pagar kawat dan besi panjang seperti rel.

Kawasan pinggir jalan yang digunakan untuk menempatkan besi di sisi utara sepanjang 100 meter lebih. Di sebelah utara lokasi itu sudah merupakan bantaran Sungai Kalianyar.

Di bantaran sungai tersebut, tidak jauh dari lokasi besi bekas, juga berdiri sejumlah rumah warga yang merupakan perkampungan dengan jalan setapak dan jembatan. Posisi rumah itu lebih rendah dari jalan. Besi bekas tidak hanya diletakkan di pinggir jalan tetapi juga di bantaran sungai yang posisinya lebih rendah.

Di kawasan yang terletak di RT 01 RW 27 Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres itu ada sejumlah pengusaha yang menjual besi bekas ataupun onderdil bekas.

Kalau di sisi utara jalan banyak besi rongsok dalam kondisi tidak teratur, di sisi selatan jalan ada beberapa bodi bekas dari mobil jenis sedan dan truk yang ditempatkan di sebuah tanah terbuka tanpa pagar.

Di antara rumah-rumah di pinggir jalan ada yang halamannya digunakan sebagai show room potongan besi ataupun tumpukan onderdil bekas kendaraan. Kondisi penempatan besi itu dikhawatirkan bisa mengganggu arus lalu lintas di situ.

Selain itu dari estetika juga mengganggu lingkungan. Penempatan besi berkesan asal-asalan, tanpa ada penataan. Apalagi di sekitar kawasan itu, yang posisinya lebih rendah dari jalan, bisa terjadi tanah longsor.(sri-14k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA