
| Kamis, 12 Februari 2004 | Sala |
Pedagang Pasar Gading Dukung RevitalisasiALUN-ALUN KIDUL - Kurang lebih 300 pedagang anggota Himpunan Pedagang Pasar Gading (HPPG) yang satu kompleks dengan Alun-alun Kidul sangat mendukung revitalisasi Keraton Surakarta dan kawasan sekitarnya yang kini berlangsung. Namun mereka kurang sependapat dengan tudingan bahwa lokasi berdagang itu dijadikan tempat praktik pelacuran dan judi oleh penghuni liar yang digusur dari Alun-alun Kidul. "Sejujurnya di dalam Pasar Gading tak mungkin digunakan untuk praktik prostitusi dan judi. Karena, kami mengoptimalkan penjagaan sejak Alun-alun Kidul ditutup. Kami tersinggung jika pasar kami dijadikan tempat pelarian itu," kata Sri Handayani (40), Sekretaris HPPG, kemarin. Sebelumnya diberitakan (Suara Merdeka, 10/2), tim teknis revitalisasi mengakui Alun-alun Kidul tak bisa steril dari pelacuran dan judi sejak ditutup untuk umum setengah tahun lalu. Selain pagar roboh, beberapa pintu masuk yang ditutup dijebol. Lingkungan di dekatnya, seperti kawasan Gading, dia khawatirkan menjadi tempat mangkal pelacur dan judi. Sri, didampingi Tarmudji (Ketua) dan wakil lurah pasar, menyatakan tudingan itu harus diluruskan. Sebab, pasar terpisah dari subterminal sekalipun batas sangat tipis. Dia menyatakan Pasar Gading tak mungkin dijadikan arena kegiatan tersebut. "La wong ada dingdong (alat judi mesin-Red) di depan (pasar-Red) itu saja kami usir kok. Jadi mana mungkin di sini bisa digunakan untuk itu (pelacuran dan judi-Red)," kata Sri. Satu-satunya tempat yang memungkinkan digunakan untuk transit dan mangkal, kata dia, adalah bekas subterminal yang tak berfungsi pada malam hari. Pasar ditutup mulai pukul 19.00 dan selanjutnya dijaga petugas keamanan dan petugas Dinas Pengelolaan Pasar. Dia menuturkan sejak tahun 1990-an pasar itu bangkit setelah sebagian besar penghuninya bergabung ke Pasar Harjodaksino kurang lebih 10 tahun sebelumnya. Kini pasar itu tetap sebagai pasar tradisional dan memiliki kurang lebih 300 anggota atau bakul. "Jadi kalau mau cari barang-barang yang betul-betul tradisional yan ke sini ini. Mau cari lerak dan empon-empon ke sini. Karena itu dalam rangka revitalisasi, posisi Pasar Gading cukup penting sebagai pendukung objek wisata keraton," kata dia. Dalam kerangka itu pula, ujar dia, para pedagang sangat memperhatikan dan mendukung revitalisasi yang kini berlangsung dan merambah kawasan Alun-alun Kidul. Namun dia kurang setuju bila revitalisasi dibarengi penataan yang mengakibatkan pedagang kehilangan tempat berdagang.(won-86g) |