logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Sala  
Line

Persewaan Organ Tunggal Cukup Menjanjikan

BISNIS persewaan organ tunggal ternyata cukup menjanjikan. Apalagi menjelang bulan Suro, saat banyak warga masyarakat punya hajat. Konon, punya hajat pada bulan Suro tidak membawa keberuntungan. Karena itu sebelum memasuki bulan Suro, banyak warga masyarakat mempercepat pelaksanaan hajat.

Usaha jasa organ tunggal yang dijalankan Yono HS, warga Simo, tepatnya Timur Pasar Simo Boyolali itu sebenarnya belum terlalu lama. Usaha itu baru dirintis sejak pertengahan tahun 2003.

Usaha itu ternyata cukup menjanjikan dan banyak orang yang memesan.

''Paling tidak bila menginginkan organ tunggal lengkap dengan penyanyinya, harus memesan setengah atau satu bulan sebelumnya,'' kata Yono.

Pesan sebelumnya sangat penting, agar tidak kecele. Pengalaman menunjukkan, memesan organ tunggal dalam tempo tiga atau empat hari sebelum pelaksanaann hajat pasti kecele.

Sebab penjual jasa organ tunggal terus memutar dari desa ke kota. Lebih-lebih seperti sekarang ini, banyak warga yang punya hajat menikahkan anak, khitanan, dan lain-lain.

Jasa hiburan organ tunggal yang dikelola Yono dilengkapi dengan alat musik lain. Misalnya kendang jawa, suling, dan melodi.

Ala Kadarnya

Biaya menyewa organ tunggal lengkap dengan peralatan musik lain dan penyanyi minimal Rp 1 juta. Tentu penyanyinya ala kadarnya. Namun bila menghendaki penyanyi yang punya nama, tinggal menambah biaya .

''Sebab ada panyanyi setiap kali tampil minta bayaran Rp 1 juta. Berarti pemesan harus menambah biaya untuk penyanyi, sehingga total semuanya Rp 2 juta,'' kata dia.

Organ tunggal yang dikelolanya diperkuat oleh lima pemain yang sudah berpengalaman. ''Selepas bermain mereka saya bayar sesuai standar,'' katanya.

Usaha jasa yang dikelola Yono ternyata cukup banyak dan saling mengait. Usaha yang diberi nama Mayasari Group itu juga mengelola menyewakan sound system, kajang, alat pesta, rias pengantin, salon dan alumunium.

Warga yang punya hajat dan menyewa organ tungggal pasti membutuhkan sound system, kajang dan alat pesta. Bahkan kalau punya hajat mantu juga membutuhkan rias atau salon.

''Jadi, masing-masing usaha yang saya kelola saling mengait,'' katanya.

Dari sekian usaha yang dijalaninya, organ tunggal memang baru berjalan beberapa bulan. Tetapi sudah dikenal dan banyak permintaan.

Sekarang ini bahkan hampir tidak pernah berhenti. Karena itu bagi yang akan memakai harus memesan terlebih dahulu.

Modal yang dikeluarkan untuk mengelola organ tunggal sekitar Rp 25 juta. Karena cukup banyak pemesannya, dia akan menambah peralatan dengan yang lebih baik. (Suti Harjoyo-49)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA