logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Sala  
Line

Novotel Akan Bangun Hotel di Kedungombo

WADUK Kedungombo yang dibangun di tiga wilayah kabupaten, yakni Sragen, Grobogan dan Boyolali banyak memberikan manfaat cukup besar untuk kehidupan masyarakat. Irigasi pertanian bisa dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Grobogan, Blora, Rembang, Kudus dan sekitarnya.

Namun bagi Sragen, potensi Waduk Kedungombo dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk pariwisata. Selain dipakai untuk keramba, juga dikelola untuk sektor wisata sehingga diharapkan memberi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah sendiri (PADS).

''Selama ini potensi wisata Kedungombo belum dikelola optimal. Padahal pemandangan alam dan wisata airnya prospektif,'' tutur Kabid Kehumasan Drs Totok Sutrisnanto, kemarin.

Konsep pengelolaan kawasan Kedungombo, lanjut Totok, diarahkan untuk konservasi waduk dan dikembangkan menjadi industri pariwisata serta olah raga, guna menggerakkan roda perekonomian daerah.

Bupati H Untung Wiyono menyebutkan, potensi wisata Kedungombo akan didukung dengan sarana olahraga dan hotel. Tidak lama lagi, Hotel Novotel Bogor siap membangun resort bahkan hotel berbintang lima di kawasan waduk di Desa Boyolayar, Kecamatan Sumberlawang.

''Kawasan itu cocok untuk olahraga dayung, ski air, memancing dan lokasi sekitarnya dengan medan berbukit cocok untuk motocross, balap kuda dan taman safari,'' tutur Bupati H Untung.

Tamu Asing

Kawasan waduk yang berada di wilayah Sragen memiliki luas daratan 430 ha dan genangan waduk seluas 2.850 ha.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Seni Budaya Ir A Haryoto WA, MM membenarkan, ada proyek pengembangan potensi wisata di Kedungombo.

''Kalau ada hotel berbintang, pasar yang dibidik bukan pengunjung wisata dari daerah (lokal), melainkan dari kota besar atau tamu asing,'' tutur Haryoto.

Untuk mendukung prasarana wisata, Pemkab siap bekerjasama dengan instansi terkait untuk menyediakan fasilitas umum listrik, telekomunikasi, dan air bersih. Di samping itu disediakan pula dermaga, pemancingan, restoran dan warung apung serta perahu wisata.

Untuk kelanjutan pengembanan, akan disediakan fasilitas untuk camping ground, terbang layang, layang-layang, jogging dan out bound. Pengembangan wisata itu sangat beralasan, mengingat jumlah kunjungan wisata di Sragen tahun 2002 sebanyak 195.159 orang dan mengalami kenaikan menjadi 197.521 pada tahun 2003. (Anindito AN-49)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA