
| Kamis, 12 Februari 2004 | Sala |
TerasCaleg Harus Berakhlakul KarimahSAAT ini waktu pelaksanaan Pemilu 2004 sudah semakin dekat. Daftar calon anggota legislatif pun sudah diumumkan. Semua partai politik sudah bersiap-siap, berbagai organisasi pun sudah melakukan persiapan untuk menyambut khajatan nasional itu. Semua menginginkan pemilu berjalan sukses dan lancar, sehingga keadaan negara menjadi lebih baik. Begitu juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Klaten berharap pemilu tidak melukai hati rakyat. Untuk menyambut pelaksanaan Pemilu 2004, PC NU mengadakan sosialisasi Pemilu Damai di Kantor Sekretariat PC NU, Selasa (10/2) lalu. Berikut petikan wawancara dengan Wakil Katib PC NU KH Jazuli A Kasmani. Pandangan NU terhadap pemilu ? Bagi NU, pemilu dipandang sebagai alat berdemokrasi dan bukan tujuan. Pemilu memberi peluang politisi untuk mendapat kekuasaan. Tapi NU berpandangan, kekuasaan itu hanya sarana, bukan tujuan yang bisa dicapai dengan menghalalkan segala cara. Imbauan untuk warga NU ? Warga NU wajib menyukseskan Pemilu 2004, karena merupakan proses demokrasi yang lebih mengedepankan hak kedaulatan di tangan rakyat. Seluruh fungsionaris NU diimbau untuk selalu melakukan koordinasi demi kesuksesan pemilu. Dalam memilih caleg bagaimana ? PB NU memberi kebebasan penuh kepada warga NU untuk menyalurkan aspirasi poltiknya, dan memilih wakil-wakil rakyat yang dipandang mampu secara moral, profesional, dan intelektual. Diharap mereka memilih caleg yang mampu membawa aspirasi warga NU secara bertanggungjawab. Untuk caleg NU ? Diimbau untuk berperilaku politik yang dijiwai sikap akhlakul karimah, sehingga pemilu dapat memenuhi harapan rakyat. NU mengharamkan semua bentuk tindakan yang melukai hati rakyat demi sebuah kekuasaan. Sikap terhadap caleg NU ? Mereka diharap bisa membawa suara pemilihnya secara bijak. Para caleg yang kebetulan merangkap sebagai pengurus NU di seluruh tingkatan, dilarang keras menggunakan struktur NU untuk kepentingan pribadi dan partainya. (Merawati Sunantri-49) |