
| Kamis, 12 Februari 2004 | Sala |
Pawai yang Batal Bukan Prakarsa KPUSRAGEN-KPU Sragen menyatakan tidak pernah memrakarsai pawai sosialisasi parpol yang dibatalkan pada Minggu (8/2), yang berawal di GOR Diponegoro. Sebab ide sosialisasi parpol itu muncul saat rembug parpol dalam rapat di aula Mapolres, belum lama ini. ''Mengenai pawai parpol akan dijadwalkan terlebih dulu,'' tutur Ketua KPU Ir Slamet Basuki, kemarin. Namun mengenai pembatalan sosialisasi parpol dalam bentuk pawai pada Minggu (8/2) lalu, Basuki menyatakan tidak tahu menahu. Seperti pernah diberitakan harian ini, sejumlah kader dan satgas parpol kecewa, karena pawai sosialisasi parpol yang pernah direncanakan Minggu dibatalkan tanpa pemberitahuan (SM, 9/2). Menurut Slamet Basuki, pembatalan pawai itu pernah disampaikan Ipda Bambang dari Polres. Dia tidak mengetahui, apakah pemberitahuan pembatalan sudah disampaikan kepada 24 parpol di Sragen. Meski pawai dibatalkan, kata Basuki, namun KPU tetap setuju jika pawai akan digelar. ''Kapan waktu yang tepat untuk sosialisasi partai, akan kami bicarakan dulu,'' tuturnya. Aparat Polri maupun Kesbanglinmas juga menyetujui rencana penyelenggaraan pawai parpol. Slamet Basuki mengusulkan, sosialisasi parpol itu menggunakan mobil bak terbuka yang dinaiki anggota berbagai parpol secara campuran. Misalnya, mobil Partai Golkar kemungkinan ditumpangi anggota partai lain, bisa dari PPP, PDI-P dan sebagainya. Begitu pula mobil PDI-P kemungkinan ditumpangi anggota Partai Golkar dan sebagainya. ''Hal itu sebagai wujud kerukunan, dan sebagai pencerminan dalam kampanye pemilu mendatang pendukung parpol tetap damai,'' katanya. (nin-49) |