logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Sala  
Line

Seorang Tewas Terserang DB

  • DKK Lakukan Penyemprotan

SUKOHARJO- Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terkait kemerebakan kasus DB di wilayah Sukoharjo. Bulan lalu ditemukan delapan penderita yang dirawat di rumah sakit, sedangkan bulan ini ada dua penderita.

''Dua penderita di antaranya sempat mengalami shock dan seorang lainnya meninggal dunia, yaitu Tri Hermansyah (25) warga Waringinrejo Rt 03 Rw 17, Grogol,'' papar Kepala DKK dr Suryono M Kes didampingi Kakan Humas Informasi dan Komunikasi (HIK) Sudjoko S Sos.

Dijelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan DB. DKK telah melakukan penyemprotan menggunakan insektisida malathion terhadap 73 rumah di Desa Blimbing, Gatak.

Penyemprotan akan terus dilakukan, terutama di desa- desa yang ada penderitanya. Penyemprotan rumah akan diulang dengan interval waktu satu minggu.

''Warga juga kami imbau untuk menguras bak mandi atau tandon air secara rutin.''

Untuk tempat penampungan air yang sulit dikuras, dibubuhkan abate dengan dosis 1 gr untuk 10 liter air. Pihaknya juga menyebarkan leaflet kewaspadaan DB ke warga. Tak kalah penting adalah mengaktifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) seminggu sekali.

Caranya dengan 3 M yaitu, menguras, menutup tandon air, dan menimbun barang- barang bekas.

Gigit Penderita

Dijelaskan, nyamuk Aedes Aegypti mendapat virus sewaktu menggigit penderita DB. Selanjutnya virus berkembang di dalam tubuh nyamuk.

Saat nyamuk tersebut menggigit orang yang sehat, maka virus masuk ke orang itu sehingga terjangkit.

Usai menghisap darah, nyamuk lalu istirahat di benda- benda tergantung seperti pakaian, kelambu atau tumbuhan yang agak lembab.

''Setelah masa istirahat, nyamuk meletakkan telurnya di dinding bak mandi/wc, tempayan, drum atau tempat lain yang berisi air jernih. Biasanya telur diletakkan sedikit di atas permukaan air.''

Bila ada warga mengalami gejaka DB agar segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Gejala awal, yaitu panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak bintik- bintik merah di kulit, dan nyeri pada ulu hati.

Gejala lanjutan berupa mimisan atau keluar darah dari hidung, muntah, atau berak bercampur darah. Untuk pertolongan, banyak minum air masak, kompres dengan air dingin dan diberi obat penurun panas.

''Begitu ada tanda- tanda DB, jangan menunda langsung bawa penderita ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan pertolongan.'' (G10-49)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA