
| Kamis, 12 Februari 2004 | Sala |
Ada Upaya Giring Kasus ke SARA
SUKOHARJO- Kasus pembunuhan terhadap Ny Surati menjadi prioritas jajaran Polres Sukoharjo. Apalagi kini muncul upaya sekelompok orang, untuk membelokkan kasus tersebut ke arah SARA (pertikaian berlatar suku, agama, ras, antargolongan). ''Memang kami sudah mengendus hal itu. Ada sekelompok orang yang berusaha membelokkan kasus kriminal ini ke arah SARA,'' papar Kapolres AKBP Drs Bambang Rudy Pratiknyo SH MM. Mereka, lanjutnya, menghembuskan isu ada sekelompok jamaah yang membunuh korban. Kelompok itu menyebarkan kabar kepada warga, korban sebagai anggota suatu jamaah dan dibunuh kelompok jamaah lainnya. Pembunuhan itu diisukan disebabkan adanya persaingan di antara dua kelompok yang berbeda kepentingan. ''Namun kami sudah menyampaikan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, kasus itu murni kriminal. Beruntung keterangan yang kami sampaikan dapat dipahami dengan baik.'' Terkait dugaan pelaku lebih dari satu orang, Kapolres mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan keterangan saksi serta tersangka, pelakunya tunggal. Menurutnya, bila pelaku lebih dari seorang, dipastikan lokasi kejadian yaitu kamar tidur korban pasti acak- acakan karena sempit. Namun nyatanya kamar tersebut tetap rapi. Selain itu, saat kejadian ada sepeda motor lain yang belakangan diketahui sebagai tukang ojek, melintas di sana. Bahkan dari tukang ojek itu, petugas dapat melacak tersangka. Saat itu pelaku melarikan motornya ke arah Weru tanpa menghidupkan lampu. Sedangkan tukang ojek yang berada di belakangnya mengendarai motor pelan- pelan dan lampu depan dihidupkan.''Tukang ojek itu mengaku terpaksa melintas pelan karena jalan di sana berlubang.'' Masukan Warga Bagaimana dengan keterangan saksi utama Mulyadi, yang mengaku melihat dua pengendara motor sebelum kejadian ? Kapolres menjelaskan, dia tetap menerima masukan dan keterangan dari masyarakat. Namun berdasarkan keterangan dan alat bukti, pelakunya hanya Jumadi (20) yang kini ditahan di Mapolres. ''Saksi juga mengaku hanya bertemu dan menegur tersangka, yang saat itu sendirian minum di halaman sekolah.'' Ditemui terpisah, Kepala SMP 2 Tawangsari Drs Silo Prabowo menjelaskan, tersangka bukan lulusan SMP tersebut. ''Kami sudah memeriksa semua arsip sekolah, dan tidak menemukan nama tersangka dalam daftar. Malah menurut informasi warga, dia juga tidak lulus SD. Sedangkan terkait penanganan kasus tersebut, kami serahkan sepenuhnya kepada poisi.'' Seperti diberitakan (SM, 11/2), ketertangkapan Jumadi (20) tersangka pembunuh Ny Surati, masih menyisakan pertanyaan. Suami korban, Mulyadi (40) menduga pelaku lebih dari satu orang. (G10-49) |