
| Kamis, 12 Februari 2004 | Sala |
Jembatan Mencon Nyaris Ambrol
KARANGANYAR-Akibat batu-batu sungai yang menjadi penyangga diambil warga, ditambah dengan adanya erosi, salah satu fondasi jembatan Dusun Mencon Desa Kalijarak, Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, ambrol hingga satu meter. Bagian jembatan sebelah selatan kini tampak menggantung. Dengan demikian, praktis jembatan yang menghubungkan Desa Kalijarak dan Kaliboto itu hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Jembatan itu tak bisa dilewati kendaraan roda empat, sebab dikhawatirkan akan runtuh. ''Batu-batu sungai itu diambil warga dusun sebelah, yaitu Dusun Watugunung. Batu yang diangkut dengan truk itu kemudian dijual. Ketika lewat jembatan, sebenarnya saya sudah memperingatkan mereka agar jangan mengambil batu-batu tersebut. Sebab jika batu itu diambili, jembatan bisa ambrol. Tapi kelihatannya mereka nekat,'' kata Suwarno (40), warga Mencon Kulon ketika ditemui di lokasi. ''Fondasi jembatan itu ambrol sekitar satu minggu yang lalu, sekitar hari Rabu pukul 10.00 pagi. Suara keras yang ditimbulkan sampai terdengar dari desa sekitar,'' tambah dia. Tri Joko Susilo, juga warga setempat mengungkapkan, sekarang ini jambatan Mencon hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua. Karena kendaraan roda empat tidak bisa lewat, warga yang biasanya menggunakan angkutan desa terpaksa harus berjalan melingkar melintasi empat desa. Yaitu Kebunagung, Wonokerso, Wonolopo, dan Mulyorejo. ''Angkutan desa jalur D jurusan Karanganyar, Kaliboto, dan Karangpandan yang sehari-harinya digunakan warga terpaksa dipindah mengikuti jalur minibus PO Wahyu Jaya jurusan Solo, Kaliboto, Jambangan, Tasikmadu. Konsekuensinya, jarak tempuh lebih jauh, sebab jalannya melingkar,'' kata dia. Joko berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Sebab jembatan tersebut sangat vital bagi warga setempat. Jika tidak segera diperbaiki, kata dia, akan mengganggu perekonomian warga dan anak-anak sekolah yang biasa menggunakan jembatan itu. Jembatan dengan ketinggian 15 m, lebar 3,5 m, dan panjang 20 m itu, kata Hartono, juga warga setempat, dibangun warga sekitar sepuluh tahun lalu dengan menggunakan dana khaspemerintah desa. Sekarang ini, lanjut dia, jembatan itu sangat mendesak untuk diperbaiki. Sebab jika tidak, dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan pemilu bulan April mendatang. ''Kami sudah meminta Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jembatan tersebut,'' kata dia saat mengadukan masalah tersebut ke DPRD. (G8-49) |