
| Kamis, 12 Februari 2004 | Sala |
Lagi, Demo Tolak Kasasi AkbarPABELAN- Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen kemarin kembali menggelar aksi menolak kasasi Akbar Tandjung. Kali ini aksi dilakukan BEM Fakultas Teknik, Ekonomi, FKIP, Farmasi, Hukum, D3 Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), dan KAMMI Sukoharjo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa Indonesia (AMPBI). "Aksi ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap proses penegakan supremasi hukum di Indonesia," ucap koordinator lapangan aksi Nizar Rahman. Aksi demo dimulai dari depan kampus II UMS dan berjalan menuju ke fakultas-fakultas di kampus tersebut. Aksi dilanjutkan dengan orasi di median jalan A Yani depan kampus UMS. Membawa sejumlah poster yang antara lain bertulis "Tolak Politisi Busuk" dan "Hukum Bukan Hanya Milik Akbar", AMPBI menuntut agar MA dapat memberikan keputusan secara bijak dan mempertahankan pandangan masyarakat Indonesia terhadap supremasi hukum yang mereka harapkan selama ini. Mendesak MA Mereka juga menyatakan pembacaan keputusan kasus Akbar yang menurut rencana akan berlangsung hari ini (12/2) tersebut akan menunjukkan sejauh mana keberanian MA dalam memberantas korupsi. "Karena itu, kami yang tergabung dalam AMPBI yang masih peduli terhadap keadaan bangsa ini mendesak MA agar bersikap tegas dan menolak kasasi Akbar," kata Nizar yang membacakan pernyataan sikap demontran. Humas demo Safitri Dwiyanto mengatakan, aksi akan terus berlanjut hingga supremasi hukum benar-benar tegak. Dia menambahkan, konsidi bangsa saat ini memprihatinkan dengan banyak kasus korupsi tanpa penegakan supremasi hukum yang jelas dan adil. Presiden BEM UNS Muhammad Nafi Asrori menjelaskan, menurut rencana pada hari ini juga akan berlangsung demo menyikapi masalah Akbar Tandjung. Selain mengusung tema pengadilan Akbar, peserta demo yang berlangsung sekitar pukul 10.00 itu juga mengimbau agar masyarakat tidak memilih politkus-politikus bermasalah pada pemilu mendatang. (F11-14e) |