
| Kamis, 12 Februari 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004PT Pos Indonesia Tawarkan Berkampanye via Kartu PosBANDUNG- Jangan kaget bila tiba-tiba saja ada kartu pos yang memuat foto diri seorang caleg plus data-data pribadinya, logo partai, dan ajakan untuk mencoblos nomor urut, serta uraian misi dan visi calon wakil rakyat itu mampir ke rumah. Pasalnya, Kantor Pos Besar Bandung, mulai Rabu (11/2) menawarkan kartu pos khusus untuk keperluan kampanye bagi caleg dari 24 partai politik peserta Pemilu 2004. Tak menutup kemungkinan, produk itu bisa juga dimanfaatkan calon anggota DPD untuk kegiatan serupa. ''Sejauh ini, respons yang disampaikan partai terutama yang besar cukup bagus. Terlebih tawaran kami, caleg tak perlu repot dengan alamat masyarakat di daerah pemilihannya. Kami punya database alamat pemilih dan siap dikirimkan jika ada permintaan dari mereka,'' papar Kepala Humas Kantor Pos Besar Bandung Suyud Suhendar, kemarin. Terlihat dari depan, kartu pos itu memuat nama caleg di sudut kiri berserta data-data pribadi singkatnya, bergeser ke kanan gambar logo partai, dan di sudut kanan prangko prisma yang bergambar foto diri sang caleg. ''Kalau mau, fotonya bisa disesuaikan dengan foto yang dipajang pada kertas suara,'' jelas Suyud. Di pojok kiri bawah ada ajakan untuk mencoblos dengan mencantumkan nomor urut caleg, sementara pojok kanan seperti biasa untuk kolom alamat tujuan. Adapun di bagian belakang kartu pos, berisi kolom pemaparan visi dan misi caleg. Yang jelas, desain kartu pos bisa dinegosiasikan sesuai dengan keinginan. Harga per lembar Rp 3.500 termasuk ongkos kirim dalam kota dengan kualitas art paper 260 gram, dan minimal harus dibeli 1.000 lembar. ''Tak hanya dari Bandung, caleg dari daerah lain pun bisa memakai jasa kami. Silakan memesan, kami siap melayani dalam jumlah besar,'' ungkapnya berpromosi. Koordinasi ''Kami hanya menjembatani keinginan caleg agar dalam berkampanye bisa tepat sasaran. Biar masyarakat nggak bingung. Kan, tak semua masyarakat bisa hadir langsung saat mereka berkampanye di lapangan, misalnya karena kesibukan,'' kata Suyud. Dia juga menjamin ketepatan waktu pengiriman saat di alamat tujuan. ''Satu hari pun bisa. Yang jelas, dalam masalah ini mereka mendapat prioritas tanpa menggangu jadwal kiriman produk pos lainnya.'' PT Pos sudah berkoordinasi dengan panwas pemilu setempat. Mereka, ujarnya, wanti-wanti agar pengiriman saat masa masa kampanye mulai 11 Maret. ''Di luar itu kami tidak berani, karena bisa dianggap termasuk dalam kegiatan mencuri start kampanye.''(dwi-69j) |