
| Kamis, 12 Februari 2004 | Olahraga |
Persibas Patahkan Kebangkitan Juara BertahanPURWOKERTO- Kebangkitan sang juara bertahan PSIR Rembang, berhasil dipatahkan Persibas Banyumas. Di awal kompetisi, Hadi Surento dkk tampil buruk. Namun, Rabu lalu, secara mengejutkan mereka menumbangkan salah satu tim yang menunjukkan persiapan serius sebelum kompetisi bergulir, Persik Kendal dengan angka telak, 5-0. Kemenangan tersebut, ternyata belum cukup menjadi modal bagi mereka untuk melawat ke kandang Persibas. Anak-anak Rembang menyerah 0-2. Di sisi lain, hasil itu menunjukkan grafik anak-anak Banyumas terus meningkat. Pada tiga partai terakhir, mereka selalu meraih nilai penuh. Dua gol kemenangan Laskar Bawor di Stadion Satria Purwokerto itu masing-masing dicetak Waluyo pada menit ke-17 dan Purnomo pada menit ke-51. Dua kemenangan sebelumnya dicetak saat menghadapi PPSM dan Persebi Boyolali. Dalam partai kandang melawan PPSM (4/2), mereka menang 1-0. Keunggulan 2-1 didapat saat bertandang melawan Persebi Boyolali (8/2). Sejauh ini Persibas telah mengumpulkan nilai 11, hasil dari tiga kali menang, dua kali seri, dan dua kali kalah. Semua Lini Menghadapi PSIR, tim asuhan Sartono Anwar unggul di semua lini. Tuan rumah banyak menguasai bola sehingga mampu mengurung pertahanan lawan. Seharusnya gol lebih banyak bisa dicetak. Namun, karena kekurangtenangan penyerang, beberapa peluang emas gagal menjadi gol. Gol pertama yang dibuat Waluyo, terjadi setelah dia mampu melewati beberapa pemain belakang lawan. Adapun Purnomo mampu menjebol gawang seusai mencuri bola dari salah satu pemain belakang PSIR. Tanpa kesulitan, Purnomo menembak ke gawang. Ditemui seusai pertandingan, Sartono Anwar mengatakan grafik permainan anak-anak asuhannya memang meningkat. Hal itu terjadi karena para pemain menyadari tugasnya serta mengetahui jati dirinya. ''Misalnya, pemain tahu fisiknya kuat maka dia akan selalu mengejar bola.'' Ditanya mengenai banyaknya peluang emas yang tidak menjadi gol, mantan pelatih PSIS itu mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Manajer Persibas H Sutarno mengatakan dia hanya bisa bersyukur permainan tim terus meningkat. Disebutnya, kemenangan itu akan meningkatkan kepercayaan para pemain. Manajer PSIR Sumadi mengakui penampilan timnya menurun. ''Kami akui itu. Karena itu, kami terus berusaha meningkatkan permainan.'' Tugiyo Setelah dua kali kalah berturut-turut pada pertandingan tandang, akhirnya Persik Kendal kembali memetik kemenangan. Saat bermain di kandangya, tim berjuluk Laskar Bahurekso itu menundukkan Persiwi Wonogiri 1-0, kemarin. Dalam dua pertandingan tandang sebelumnya, mereka ditundukkan Persipur 1-3 dan PSIR 0-5. Dengan diraihnya kemenangan pada pertandingan keenam itu, Persik berhasil mengumpulkan poin 12. Bupati H Hendy Boedoro SH MSi ketika dihubungi melalui ponselnya menjanjikan bonus kepada para pemain dan pelatih. ''Besarnya masih akan dipertimbangkan. Yang jelas mereka akan mendapat bonus,'' ungkap dia. Gol semata wayang itu diciptakan oleh striker Tugiyo pada menit ke-80. Gol berawal dari operan Setiawan di lapangan tengah. Bola dibawa di sepanjang pertahanan lawan dari sayap kiri, lalu diberikan kepada Tugiyo. Mantan pemain PSIS itu sempat menunjukkan kelasnya dengan atraksi kocekan bola di kakinya, sebelum akhirnya melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti. Tendangan dari jarak sekitar 20 meter itu tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh kiper Hendro Kristanto. Pada babak kedua, paling tidak tuan rumah memiliki empat peluang memperbesar kemenangan. Namun, kesemuanya tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain depan. Pada babak pertama, pertandingan yang dipimpin wasit Fadlan dari Jepara itu terlihat kurang gereget. Sekitar 3.000 penonton yang memadati tribune barat Stadion sempat protes dengan berteriak, ''Lamban''. Seusai turun minum, tempo permainan baru meningkat. Wasit harus memberikan satu kartu kuning di babak kedua kepada pemain tuan rumah, Rohani. Keputusan Pelatih Imam Supardi untuk menurunkan tiga penyerang di babak kedua cukup berpengaruh pada peningkatan tempo permainan. Tugiyo yang diturunkan menggantikan pemain tengah Sunaryo, tampil atraktif mendukung kedua ujung tombak yang dimainkan sejak babak pertama, Setiawan dan Budiyono. (G15-22i) (bd-22i) |