logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 12 Februari 2004 Berita Utama  
Line

''Akan Kami Rawat seperti Anak Sendiri ...''

KEBERHASILAN tim ahli RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta memisahkan bayi kembar siam, Siti Mariani dan Siti Mariati, membuat keluarga besar H Sumaryoto, orang tua angkat bayi kembar siam tersebut, bahagia. Kebahagiaan yang tak terkira itu tampak dari deraian air mata bahagia yang keluar dari sudut matanya.

''Kedua bayi itu akan kami rawat seperti anak kami sendiri. Baik pendidikan maupun yang lainnya, juga akan kami perhatikan. Kami ingin membesarkan anak itu seperti anak kami sendiri. Bagi kami, ini anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,'' ungkap Ny Sutarmi Sumaryoto kepada Suara Merdeka di sela-sela menunggui operasi di RSUP Dokter Sardjito, Rabu (11/2).

Setelah mengetahui tim dokter dapat memisahkan bayi kembar siam, Ny Sutarmi Sumaryoto tampak bahagia, karena harapan untuk merawat kedua bayi itu sepertinya dikabulkan Tuhan, sehingga wajar apabila istri Ketua Pengda PSSI Jateng itu merasa bahagia.

Sebagai wujud rasa cintanya terhadap kedua bayi itu, nantinya setelah pulang dari rumah sakit akan dibawa ke Jakarta untuk dirawat sendiri. ''Memang kami punya rencana, akan kami rawat sendiri. Akan tetapi bukan berarti, kami ingin memilikinya. Kalau kedua orang tuanya menjenguk, silakan. Kami akan beri kebebasan, karena memang itu orang tuanya,'' paparnya.

Semua itu demi masa depan keduanya. Untuk hal-hal lain, misalnya dalam akta atau kalau keduanya menikah, tetap diwakili kedua orang tuanya. ''Tugas kami hanya merawat dan menjadikan orang berpendidikan,'' ujarnya.

Sebagai konsekuensinya, biaya perawatan termasuk operasi, semua ditanggung H Sumaryoto. Untuk itu setelah keluar dari rumah sakit, pihaknya ingin membawa kedua bayi itu ke Jakarta untuk dirawat dan dibesarkan serta disekolahkan layaknya anak kandung.

Keluarga Sumaryoto sangat berterima kasih kepada tim dokter RSUP Sardjito yang dapat memisahkan Siti Mariani dan Siti Mariati. Operasi dilakukan setelah kedua putri pasangan Luluk Kusnaini dan Daryono berusia 21 hari. ''Kami sekeluarga bahagia operasi yang dilakukan sembilan dokter ini dapat memisahkan bayi kembar siam,'' ujarnya.

Demi Masa Depan

Ny Luluk Kusnaini dan Daryono tidak keberatan kedua putrinya dirawat keluarga Sumaryoto. Semua itu demi masa depan anaknya, apalagi keluarga Sumaryoto juga memberi kebebasan kepada keduanya untuk menengok kapan saja.

Dengan dirawat keluarga tesebut, kemungkinan besar masa depan anaknya akan lebih baik dibandingkan jika dirawat sendiri. Apalagi mereka juga menganggap Siti Mariani dan Siti Mariati seperti anaknya sendiri. Inilah yang membuat kedua orang tua kembar siam itu tidak keberatan.

''Justru kami berterima kasih karena anak kami ada yang menolong. Kami tidak tahu nasibnya apabila tidak ditolong Pak Sumaryoto,'' katanya dengan bahagia. (Sugiarto-74j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA