
| Kamis, 12 Februari 2004 | Berita Utama |
Operasi Kurang dari 45 MenitBayi Kembar Siam Dapat Dipisahkan
HANYA dalam waktu kurang 45 menit, tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Sardjito Yogyakarta dapat memisahkan bayi kembar siam, Siti Mariani dan Siti Mariati. Keberhasilan itu tak lepas dari persiapan matang sembilan dokter sejak beberapa hari sebelumnya. Operasi bayi kembar siam putri pertama pasangan Luluk Kusnaini dan Daryono mengundang perhatian masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Terbukti, banyak masyarakat termasuk Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi dan Ny Sumaryoto, orang tua angkat Siti Mariani dan Siti Mariati, turut menunggui jalannya operasi hingga selesai. Perhatian tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik. Operasi dilakukan sembilan dokter ahli RSUP Dokter Sardjito yang dipimpin langsung Prof Dr Achmad Suyono dengan dokter bedah Rohadi. Kedua orang tua bayi, Ny Luluk Kusnaini dan Daryono, Ny Sumaryoto, serta Bupati Begug yang menunggui operasi di ruang pertemuan Gedung Bedah Sentral Terpadu, berharap-harap cemas. Sebelum operasi, tepatnya pukul 08.00, dilakukan doa bersama yang dipimpin langsung Prof Dr Achmad Suyono. Setelah itu sembilan dokter ahli, antara lain Prof Dr Achmad Suyono, para dokter ahli bedah (dr Rochadi, dr Mahmudi, dr Nunik Agustriani), para dokter spesialis Anestesiologi dan Reanimasi (dr Muhdar Abubakar, dr Pandit Suroso, dr IG Ngurah Rai Artika) segera membawa si kembar ke ruang operasi di lantai lima rumah sakit tersebut. Berkat kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, operasi berjalan lancar dan sukses. Sebenarnya operasi inti kurang dari 45 menit, tetapi keluar dari ruang operasi lebih kurang 1,5 jam. Ini karena harus menyiapkan semua perlengkapan termasuk dua tempat tidur (boks) bayi dan dua tabung oksigen untuk bayi-bayi itu. Air Mata Bahagia Menerima kabar kesuksesan operasi tersebut, Ny Luluk Kusnaini dan Daryono, serta Ny Sumaryoto dan Begug Poernomosidi, langsung menitikkan air mata bahagia. Kebahagiaan mereka sepertinya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sebaliknya, kedua orang tua Siti Mariani dan Siti Mariati, hanya diam terpaku. Ahli bedah, dr Rohadi, didampingi Prof Dr Achmad Suyono dan para dokter lainnya, mengatakan, berkat doa semua pihak, mereka dapat memisahkan bayi kembar siam itu. "Kami bersyukur ternyata kedua bayi itu tidak ada kelainan. Dempet di bagian perut hanya terjadi pada bagian kulit perut saja, sehingga operasi mudah memisahkannya. Sebenarnya operasi itu berjalan kurang dari 45 menit," ujar Rohadi. Dia menjelaskan, salah satu dari bayi tersebut kebetulan ada yang levernya overlap, namun sudah bisa diatasi secara manual sehingga tidak perlu dipisahkan dengan pisau laser. Kondisi kedua bayi sehat dan tidak kurang satu apa pun. Yang membuat tim dokter bangga, katanya, selama operasi pemisahan yang menggunakan pisau laser, kedua bayi tidak mengeluarkan darah. "Kami memang menjaga jangan sampai terjadi pendarahan, karena kedua bayi yang hanya memiliki berat 4,3 kilogram diperkirakan hanya punya darah lebih kurang 350 cc atau kira-kira satu gelas. Untuk itu kami memisahkannya dengan menggunakan pisau laser agar jangan terjadi pendarahan," jelasnya. Seusai menjalani operasi pemisahaan, kedua bayi kembar siam langsung dirawat di ruang ICU anak RSUP Dokter Sardjito. Sementara itu, Bupati H Begug akan menanggung semua biaya yang dibutuhkan. Ini karena Pemkab Wonogiri sangat peduli terhadap nasib yang menimpa warganya. Menyinggung masalah biaya yang akan ditanggung ayah angkatnya, dia sangat berterima kasih. Namun, pihaknya tidak bisa diam karena ini menyangkut kesusahan yang kebetulan menimpa salah seorang warganya.(Sugiarto-74j) | |||||