
| Kamis, 12 Februari 2004 | Berita Utama |
Bagdad Diguncang Bom Lagi
BAGDAD - Sebuah lagi bom mobil jibaku meledak di pusat kota Bagdad, Rabu kemarin. Yang menjadi sasaran adalah pusat perekrutan AD Irak. Sebanyak 47 calon prajurit tewas. Baru saja sehari sebelumnya, serangan bom mobil menghantam sebuah kantor polisi di pinggiran Bagdad. Pada waktu itu, 50 orang Irak tewas dan puluhan yang lain terluka. "Serangan bom jibaku itu dilakukan seorang pria yang ikut tewas," kata Kolonel (AD AS) Ralph Baker di tempat kejadian. Dia mengatakan, 24 calon prajurit Irak tewas dan 10 sampai 15 orang terluka parah. "Serangan itu ditujukan langsung pada warga Irak," katanya. Serangan terjadi sekitar pukul 07.40 waktu setempat (11.40 WIB), ketika sebuah mobil putih menerobos masuk ke fasilitas AD Irak dan meledak. Pasukan AS menutup daerah itu, yang dikenal sebagai Bandara Muthana. Bandara kecil tersebut telah puluhan tahun dikosongkan, tetapi belakangan ini digunakan oleh AD Irak yang baru. Kantor-kantor kelompok muslim fundamentalis Syiah juga berada di sekitar Bandara Muthana. Pengeboman-pengeboman tersebut punya pola serangan yang sama: mengincar warga Irak yang dianggap bekerja sama dengan administrasi atau tentara pendudukan AS.
Pada 1 Februari lalu, dua serangan bom jibaku di Irak utara terhadap dua kantor partai Kurdi - yang menjadi sekutu AS - menewaskan lebih dari 100 orang. Pilar Rencana AS Bom mobil jibaku Selasa lalu, meledak di antara warga sipil Irak yang antre untuk melamar kerja di luar kantor polisi di kota Iskandariyah, 40 kilometer selatan Bagdad. Sedikitnya 75 orang terluka. Kantor polisi itu dan gedung pengadilan yang letaknya berdekatan, rusak parah. Para pejabat mengatakan, sudah 300 anggota polisi Irak - yang jadi sasaran bom jibaku - tewas oleh para pemberontak. "Mustahil melindungi setiap lokasi dari kemungkinan serangan siang atau malam hari," kata Menhan AS Donald Rumsfeld kepada para wartawan di Washington, setelah bom jibaku, Selasa lalu. Dalam brifing yang sama, Jenderal (AU) Richard Myers - ketua Gabungan Kepala Staf Militer AS - mengatakan dia optimistis mengenai keamanan di Irak, meskipun banyak serangan jibaku.
Rumsfeld mengatakan, antara 150.000 dan 210.000 warga Irak bekerja di pasukan keamanan tersebut. "Itu tidak berarti, tidak akan ada orang yang terbunuh," katanya. Serangan-serangan bom jibaku tersebut terjadi, setelah para pejabat AS di Irak mengatakan militan yang punya kaitan dengan jaringan Al Qaedah, berkomplot untuk menyulut perang saudara. Tujuannya, merusak upaya penyerahan kekuasaan kepada rakyat Irak. Rencana militan itu terungkap dari sebuah disket berisi rencana-rencana serangan di Irak. Namun Myers mengatakan, keaslian isi disket itu masih dievaluasi. Pasukan AS mengklaim telah menyita sekeping disket berisi surat dari Abu Musab Zarqawi, yang dikaitkan oleh Washington dengan kelompok Ansar al-Islam. Surat itu menjelaskan rencana untuk mengacaukan Irak.(rtr-ben-30) |