
| Kamis, 12 Februari 2004 | Berita Utama |
Habibie: Masa Depan Indonesia Cukup CerahYOGYAKARTA- Mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan, berdasarkan kenyataan bahwa lebih dari 25% penduduk Indonesia berusia antara 20-35 tahun dan lebih dari 50% berusia di bawah 25 tahun, masa depan bangsa cukup cerah. Dengan catatan, semua pihak mengandalkan pembangunan pada sumber daya manusia (SDM). Dia menyatakan, agar masa depan suatu bangsa dapat mengandalkan pada keunggulan SDM-nya, perhatian harus diberikan kepada peningkatan produktivitas dan daya saing yang berkaitan dengan proses pembudayaan, pengetahuan, pendidikan, dan penelitian. Habibie mengatakan hal itu pada ceramah ilmiah di depan sivitas akademika UGM Yogyakarta, yang antara lain dihadiri Rektor Prof Dr Sofian Effendi, para wakil rektor, para dekan, dan segenap guru besar serta dosen dan wakil mahasiswa. Mantan presiden tersebut menyatakan, terbentuknya perusahaan-perusahaan yang sehat dan berorientasi pada pasar sangat dibutuhkan untuk menyediakan lapangan kerja. Pusat-pusat keunggulan iptek, dengan segala prasarana dan SDM yang memiliki interaksi serta kerja sama riset dengan pusat-pusat keunggulan sejenis internasional, multilateral, dan negara lain, perlu dikembangkan. Pembangunan mengandalkan SDM yang berwawasan pengembangan melalui pembudayaan, pengetahuan, pendidikan, penelitian. Karena itu, terciptanya lapangan kerja yang meningkatkan produktivitas dan daya saing, akan selalu berdampak positif dan memperkecil pengangguran. Hal itu dapat meningkatkan stabilitas, kesejahteraan, ketentraman, dan kualitas hidup di Indonesia. Dia menyatakan, bijaksanalah masyarakat dan pemimpin nasional dari segala lapisan yang memanfaatkan potensi pembudayaan, pengetahuan, pendidikan dan penelitian, khususnya potensi perguruan tinggi. ''Universitas dan pusat keunggulan penelitian yang kita miliki hendaknya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan pemikiran tersebut.'' ujar dia.(P12-78i) |